Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Petani Komplain Pupuk Langka, DPR Sebut Hal Ini Jadi Biang Keroknya

Ketua Komisi IV DPR RI menyebut bahwa produksi pupuk PT Pupuk Indonesia (Persero) mampu memenuhi alokasi pupuk subsidi yang ditetapkan pemerintah.
Ketua Komisi IV DPR RI Sudin memberikan keterangan kepada awak media di Gedung DPR RI, Senin (20/3/2023)/Bisnis-Indra Gunawan
Ketua Komisi IV DPR RI Sudin memberikan keterangan kepada awak media di Gedung DPR RI, Senin (20/3/2023)/Bisnis-Indra Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Persoalan keluhan langkanya ketersediaan pupuk dinilai akibat alokasi pupuk subsidi yang ditetapkan pemerintah tidak sebanding dengan kebutuhan yang diusulkan petani pada sistem pendataan pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan).

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sudin. Menurutnya, alokasi pupuk subsidi yang ditetapkan pemerintah sekitar 7,8 juta ton pada 2023 sebenarnya telah mampu dipenuhi oleh produksi pupuk PT Pupuk Indonesia (Persero).

“Permintaan pupuk dari petani se-Indonesia jumlahnya 23 juta ton kurang lebih, tetapi pemerintah hanya siap menyubsidi pupuk sebanyak 9 juta ton, maka kegaduhan terjadi,” ungkap Sudin di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin (20/3/2023).

Untuk mengatasi masalah ketersediaan, khususnya bagi petani yang tidak mendapatkan alokasi subsidi pupuk, Sudin mengaku telah meminta kepada Pupuk Indonesia untuk membangun kios komersil atau nonsubsidi. Politisi dari Fraksi PDIP ini meminta Pupuk Indonesia membangun 1.000 kios pupuk nonsubsidi di seluruh Indonesia.

“Lalu, petani komplain pupuk langka maka saya perintahkan kepada Pupuk Indonesia dan anak perusahaannya untuk membuat kios pupuk komersil atau nonsubsidi. Jadi kalau yang subsidi nggak dapet dia bisa beli nonsubsidi,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dirinya menegaskan secara produksi kebutuhan pupuk bersubsidi telah terpenuhi oleh Pupuk Indonesia Group.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal mengatakan bahwa kapasitas produksi produk pupuk milik Pupuk Indonesia Group mampu memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah.

Kapasitas produksi Pupuk Indonesia totalnya mencapai 13,9 juta ton yang terdiri atas 8,8 juta ton pupuk urea, 3,8 juta ton pupuk NPK, dan sisanya sekitar 1,3 juta ton jenis lainnya.

“Jadi kalau urea kita lebih dari cukup, produksi kita 8,5 juta ton, subsidi hanya sekitar 4,7 juta ton. Jadi kami punya kelebihan 3,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik diperkirakan hanya 6,5 juta ton, jadi kami masih lebih 2,5 juta ton,” kata Gusrizal.

Sementara itu, untuk pupuk NPK, Gusrizal mengatakan, kapasitas produksi Pupuk Indonesia juga telah memenuhi bahkan memiliki surplus sekitar 300.000 ton. Hal ini dikarenakan kapasitas produksi mencapai 3,5 juta ton dari kebutuhan NPK subsidi sekitar 3,2 juta ton.

“Kapasitas kami cuma 3,5 juta ton, subsidi 3,2 juta ton, jadi kai punya 300.000 ton [surplus],” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper