Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tiga Mal Baru Bakal Beroperasi di Jakarta Pusat Tahun Ini

Ada 3 proyek ritel atau mal terbaru di Jakarta yang akan beroperasi, yakni Retail Podium Thamrin Nine, Holland Village Mall, dan Pusat Grosir Senen Jaya.
Ada 3 proyek ritel atau mal terbaru di Jakarta yang akan beroperasi, yakni Retail Podium Thamrin Nine, Holland Village Mall, dan Pusat Grosir Senen Jaya. /Pexels
Ada 3 proyek ritel atau mal terbaru di Jakarta yang akan beroperasi, yakni Retail Podium Thamrin Nine, Holland Village Mall, dan Pusat Grosir Senen Jaya. /Pexels

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga pusat perbelanjaan atau mal baru di Jakarta akan beroperasi pada 2023 seiring dengan pemulihan tingkat okupansi di sektor ritel setelah pencabutan PPKM pada akhir 2022.

Director Strategic Consultancy Knight Frank Indonesia, Sindiani Adinata, mengatakan ada 3 proyek ritel terbaru di Jakarta pada 2023 yang akan beroperasi, sehingga total pasokan mal saat ini bertambah menjadi 4.923.911 meter persegi.

"Ketiga mal tersebut yakni, Retail Podium Thamrin Nine seluas 72.000 meter persegi (tipe sewa), Holland Village Mall seluas 44.000 meter persegi (tipe sewa), dan Pusat Grosir Senen Jaya seluas 10.249 meter persegi (tipe strata-title)," dikutip Jumat (10/3/2023).

PT Putra Gaya Wahana merupakan pengembang Retail Podium Thamrin Nine, Holland Village merupakan proyek entitas Grup Lippo PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), dan Senen Jaya dibangun oleh PT Pembagunan Jaya.

Sementara itu, untuk total future supply hingga 2025, akan ada 6 proyek mal sejumlah 292.109 meter persegi.

Berdasarkan data Jakarta Property Hightlight yang dirilis Knight Frank, tingkat okupansi ruang ritel pada semester II/2022 tumbuh tipis menjadi 78,8 persen, sedangkan pada semester sebelumnya tingkat okupansi berada di level 78,52 persen.

Sindiani Adinata mengatakan sektor ritel merupakan salah satu subsektor properti yang masih prospektif ke depannya karena fast bounce back pascapandemi.

"Tingkat kegiatan masyarakat pada kebanyakan mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta meningkat tajam setelah dicabutnya PPKM. Ini menjadi dorongan pasar ritel dalam mengejar ketertinggalan di beberapa tahun ke belakang," kata Sindiani.

Meskipun demikian, Sindiani menyatakan sinyal positif tersebut tidak terjadi pada seluruh tipe ritel. Misalnya, tingkat okupansi dan pasokan untuk tipe ritel sewa masih lebih tinggi dibandingkan dengan tipe strata-title.

Adapun, tipe ritel sewa memiliki rerata hunian sebesar 82,26 persen dari total pasokan eksisting sebesar 3.248.712 meter persegi. Sementara, ruang kosong pada ritel tipe sewa masih tersedia sebanyak 576.284 meter persegi.

Di sisi lain, rerata hunian pada tipe ritel strata-title yakni 72,13 persen dari total pasokan sebesar 1.675.199 meter persegi dan ruang kosong yang tersisi yakni sebesar 1.043.242 meter persegi.

Lebih lanjut, Sindiani mencatat bahwa

Di samping itu, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, memaparkan penutupan beberapa gerai oleh penyewa ritel Food and Beverage (F&B) tidak akan terlalu berpengaruh pada tingkat serapan ritel di tahun ini.

"Hal tersebut tidak berpengaruh signifikan seiring dengan masih kuatnya serapan ruang ritel oleh tenant potensial lainnya dari sektor fashion, electronic, e-commerce, groceries, sport apparel and games or kids playgrounds”, jelasnya.

Apalagi, dalam laporan Knight Frank menunjukkan bahwa kekhawatiran melemahnya tingkat kunjungan konsumen ke ruang ritel tidak terbukti. Beberapa tenant bahkan dinyatakan akan memiliki pertumbuhan yang kuat, seperti produk footwear, fashion dan kosmetik.

Laporan terbaru Jakarta Property Highlight juga menyebutkan bahwa di semester kedua tahun 2022, kenaikan terjadi di rerata harga sewa dan service charge yang naik sekitar 1,24 persen menjadi Rp751.351 per meter persegi.

Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip, berpendapat bahwa performa ritel Jakarta saat ini masih belum merata dan perbaikan performa memang tidak ditunjukkan oleh seluruh kelas ritel.

"Pengelola ritel perlu memiliki daya adaptasi yang cepat mengikuti dinamika tren saat ini, diantaranya dengan melakukan peningkatan kualitas gedung (building upgrade) sehingga nilai asetnya dapat terus diperhitungkan sebagai aset yang prospektif," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper