Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produsen Chip Milik Softbank Mau IPO Rp122 Triliun di Bursa AS

Jika IPO Arm berjalan sukses tahun ini, maka akan memberikan dorongan ke pasar IPO Amerika Serikat.
Produsen chip asal Inggris Arm Ltd/Istimewa.
Produsen chip asal Inggris Arm Ltd/Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen chip asal Inggris Arm Ltd, yang kendalikan oleh Softbank Corp dikabarkan menjajaki penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Bursa Amerika Serikat dengan target dana hingga US$8 miliar atau setara Rp122,22 triliun.

Sumber Reuters mengungkapkan Arm diprediksi akan menyerahkan dokumen secara rahasia untuk penawaran umum perdana pada akhir April 2023.

“Pencatatan saham diharapkan terjadi akhir tahun ini dan waktu yang tepat akan ditentukan oleh kondisi pasar,” kata sumber yang mengetahui rencana tersebut, Senin (6/3/2023).

SoftBank juga disebutkan telah memilih empat bank investasi untuk menangani IPO ini. Goldman Sachs Group Inc, JPMorgan Chase & Co, Barclays dan Mizuho Financial Group diperkirakan akan menjadi penjamin emisi utama untuk kesepakatan tersebut, namun belum ada bank yang dipilih untuk posisi lead yang banyak didambakan.

Australian Financial Review melaporkan nama-nama bank-bank yang akan penjamin emisi IPO Arm pada Minggu (5/3/2023).

Persiapan IPO diharapkan akan dimulai di AS dalam beberapa hari mendatang. Menurut sumber Reuters, perhitungan kisaran valuasi belum diselesaikan tetapi Arm yang berbasis di Cambridge, Inggris berharap dapat bernilai lebih dari US$50 miliar selama penjualan sahamnya.

Barclays, JPMorgan dan SoftBank tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters. Sementara Arm, Goldman Sachs dan Mizuho menolak berkomentar.

Jika IPO Arm berjalan sukses tahun ini, maka akan memberikan dorongan ke pasar IPO AS, yang sebagian besar telah stagnan sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 memicu volatilitas pasar dan aksi jual besar-besaran pada saham teknologi.

Pasar IPO sempat bergairah kembali bulan lalu karena sejumlah perusahaan termasuk perusahaan teknologi surya Nextracker Inc dan pembuat sensor China Hesai Group mencatatkan saham mereka di bursa saham AS, tetapi investor masih tetap waspada untuk bertaruh pada saham baru.

Adapun para penasihat IPO tidak mengharapkan pemulihan penuh di pasar modal hingga paruh kedua tahun ini.

Arm mengatakan pekan lalu akan mengejar listing khusus AS tahun ini, memupus harapan pemerintah Inggris bahwa raksasa teknologi itu akan kembali ke pasar saham London.

SoftBank telah mendorong IPO untuk Arm sejak kesepakatannya untuk menjual perancang chip ke Nvidia Corp seharga US$40 miliar gagal pada tahun lalu karena keberatan dari regulator antimonopoli AS dan Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper