Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jokowi Minta Ketersediaan Beras Aman di Ramadan dan Idul Fitri Tahun Ini

Jokowi meminta Jajarannya untuk melakukan stabilisasi harga sejumlah komoditas dan menjaga ketersedian beras selama Ramadan dan Idul Fitri.
Presiden RI Joko Widodo (kanan) mengunjungi Pasar Batuphat Timur, Kota Lhokseumawe, Aceh, Jumat (10/2/2023). (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)
Presiden RI Joko Widodo (kanan) mengunjungi Pasar Batuphat Timur, Kota Lhokseumawe, Aceh, Jumat (10/2/2023). (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas) dengan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Perum Bulog, pada Jumat (24/2/2023). Dalam ratas tersebut Jokowi meminta kepada jajarannya untuk menjaga ketersedian beras aman selama Ramadan dan Idul Fitri. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa Kepala Negara menginstruksikan jajarannya untuk melakukan stabilisasi harga sejumlah komoditas pangan khususnya dalam menyambut bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada 23 Maret 2023.

“Bapak Presiden secara detil mencoba mengecek satu per satu dari 12 komoditi yang ada, mulai dari beras, jagung kedelai, bawang merah, bawang putih, cabe besar, cabe rawit, daging sapi, daging ayam telur gula untuk khususnya dalam rangka ketersediaan bulan Ramadan dan Idul Fitri yang akan datang,” katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (24/2/2023).

Oleh sebab itu, Syahrul melanjutkan bahwa jajaran menteri dan pihak terkait diminta oleh orang nomor satu di Indonesia tersebut agar saling melakukan cek on the spot dari ketersediaan buffer stock yang ada di lapangan.

“Diminta juga agar kami secara umum menjaga ketersediaan dalam neraca yang ada, adapun neraca kita sampai dengan Maret 2023, Alhamdulillah cukup tersedia dan ini berarti bahwa logistik untuk distribusi harus kami benahi perbaiki dan bekerja sama dengan Pemda, Gubernur, dan Bupati akan berjalan,” ujarnya.

Syahrul melihat bahwa secara khusus Presiden RI Ke-7 juga sangat detil terhadap perkembangan panen padi untuk kesiapan beras pada Januari—Maret.

“Ya, karena ini berkaitan dengan Kementan akan ada panen raya sekitar 1 juta hektar pada Februari yang masuk Maret ini sehingga peak dari panen raya akan terjadi di sekitar waktu ini,” imbuhnya.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa ketersediaan komoditas pangan, khususnya beras tidak hanya berjalan sendiri di mana harus diikuti dengan distribusi oleh pihak terkait sehingga isasi dari harga beras yang stabil bisa dicapai.

“Mudah-mudahan dalam Ramadan dan Idul Fitri nanti semua bisa berjalan sesuai harapan. Bapak Presiden betul-betul meminta semua menteri memberikan perhatian yang serius hingga tidak ada hambatan dalam ketersediaan sampai di Daerah,” pungkas Syahrul.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper