Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasar Cloud untuk Penetrasi UMKM Masih Cukup Tinggi

UMKM menyumbang 90 persen dari kegiatan bisnis dan lebih dari 50 persen lapangan kerja secara global.
Pelaku UMKM didorong menggunakan platform digital berbasis cloud sejalan dengan tingginya penetrasi penjualan secara online./surakarta.go.id
Pelaku UMKM didorong menggunakan platform digital berbasis cloud sejalan dengan tingginya penetrasi penjualan secara online./surakarta.go.id

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha digital cloud sasar pasar UMKM seiring potensinya yang sangat besar di Indonesia. Ceruk pasar  untuk produk usaha kecil masih cukup luas.

Menurut data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM), pelaku usaha mikor kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air mengalami pertumbuhan yang sangat baik sepanjang 2022, mencapai 8,71 juta UMKM.

Perusahaan penyedia jasa penyimpanan data awan atau cloud hosting, IDCloudHost mengambil peran terus mendorong pertumbuhan UMKM dengan mengembangkan berbagai layanan cloud untuk membantu UMKM dalam melakukan digitalisasi, sehingga dapat hadir secara online dan memperluas akses pasar domestik maupun internasional.

Alfian Pamungkas Sakawiguna, CEO IDCloudHost mendorong UMKM mempercepat upaya digitalisasi, baik dari sisi pemasaran maupun operasional. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang sedang kuat harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"IDCloudHost menyediakan berbagai layanan cloud kepada para pelaku UMKM agar mereka dapat dengan cepat melakukan digitalisasi dan memperbesar volume bisnis mereka di pasar domestik maupun pasar ekspor, sekaligus meningkatkan efisiensi di berbagai sistem operasional," katanya dalam keterangan, Selasa (14/2/2023).

Bukan tanpa alasan, menurut data Kementerian Keuangan, UMKM menyumbang 90 persen dari kegiatan bisnis dan lebih dari 50 persen lapangan kerja secara global. Artinya, UMKM Indonesia memiliki potensi untuk menghindarkan negara dari resesi di masa depan.

Layanan cloud mulai banyak digunakan oleh pelaku usaha. Mereka lebih memilih fleksibilitas dan kenyamanan layanan cloud untuk penyimpanan data, pemrosesan, dan kolaborasi dibandingkan penyimpanan pada hard drive komputer atau laptopnya.

Alih-alih menyimpan data dan aplikasi di hard drive, layanan cloud memungkinkan penggunanya mengakses dan menyimpan aplikasi dan datanya secara online. Jika saat ini pengguna pribadi telah menggunakan layanan penyimpanan cloud publik, maka perusahaan pengguna dapat  menggunakan layanan cloud.

Layanan cloud menawarkan banyak manfaat bagi pelaku usaha UMKM, seperti kolaborasi yang lebih baik, akses yang mudah, dan kecepatan serta keamanan.

"Untuk ruang kerja digital, UMKM dapat menggunakan layanan cloud seperti nextcloud, yang mencakup fitur-fitur seperti penyimpanan file, kolaborasi, dan penyimpanan data operasional," katanya.

Selain itu, kehadiran online melalui website bagi pelaku UMKM sangat penting di era digital karena memungkinkan calon pelanggan dari seluruh dunia dapat dengan mudah menemukan para UMKM ini.

IDCloudHost, menawarkan juga layanan VPS (virtual private service) bagi para startup mengembangkan dan menjalankan aplikasi mereka.

"Selain menyediakan berbagai layanan cloud bagi usaha UMKM, kami juga menyediakan layanan email hosting dengan domain pilihan sendiri, agar UMKM tampil profesional. Semua layanan ditawarkan dengan harga yang terjangkau," ujar Alfian.

Bagi pengguna layanan public cloud VPS, untuk melengkapi jangkauan, selain menempatkan server di Jakarta, untuk menjangkau pasar internasional, IDCloudHost juga menyediakan fasilitas server di Singapura.

Pada 2024, ekspor UMKM diperkirakan akan mencapai 21,6 persen dari total ekspor. UMKM Indonesia saat ini berkontribusi lebih kecil terhadap ekspor dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura (41 persen), Malaysia (18 persen), Thailand (29 persen), Jepang (25 persen), dan China (60 persen).

Sebelumnya, Presiden Indonesia Joko Widodo telah mengingatkan semua pihak akan ancaman resesi. Karena hal ini akan dirasakan tidak hanya negara yang terkena resesi, tetapi juga negara yang bebas resesi.

Salah satu upaya terhindar dari ancaman resesi adalah dengan meningkatkan potensi ekonomi baru, salah satunya adalah melalui peningkatan usaha UMKM.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper