Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Penyebab Ekonomi RI Tumbuh 5,31 Persen di 2022

Sektor industri masih menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, disusul sektor transportasi-pergudangan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi.
Kepala BPS Margo Yuwono memaparkan data pertumbuhan ekonomi RI 2022. /Dok. BPS RI
Kepala BPS Margo Yuwono memaparkan data pertumbuhan ekonomi RI 2022. /Dok. BPS RI

Bisnis.com, JAKARTA – Perekonomian Indonesia dilaporkan tumbuh solid sebesar 5,31 persen sepanjang 2022, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2021 sebesar 3,7 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyampaikan berdasarkan lapangan usaha, sektor industri masih menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang kemudian diikuti oleh sektor transportasi & pergudangan, perdagangan, serta informasi & komunikasi.

“Pada 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,31 persen dan dilihat sumber pertumbuhannya, terbesar dari industri pengolahan sebesar 1,01 persen,” katanya dalam konferensi pers, Senin (6/2/2023).

Sektor industri sepanjang 2022 tercatat tumbuh sebesar 4,89 persen dengan kontribusi terhadap perekonomian sebesar 18,34 persen.

Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh sektor, yaitu sebesar 19,87 persen sepanjang 2022.

Sektor informasi dan komunikasi juga mencatatkan pertumbuhan yang tinggi, mencapai 7,74 persen, sedangkan sektor perdagangan tumbuh sebesar 5,52 persen.

Berdasarkan komponen pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi terbesar masih berasal dari konsumsi rumah tangga, yang tumbuh sebesar 4,93 persen dengan kontribusi terhadap perekonomian sebesar 51,87 persen.

Di samping konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi fisik juga menjadi salah satu penyumbang utama pertumbuhan ekonomi pada 2022, yaitu tumbuh sebesar 3,87 persen.

“Konsumsi rumah tangga dan PMTB masih merupakan penyumbang utama PDB pada 2022, dengan akumulasi kontribusi sebesar 80,95 persen,” jelasnya.

Margo mengatakan, sepanjang 2022, perekonomian Indonesia banyak dipengaruhi oleh faktor global, salah satunya pada lonjakan harga komoditas di pasar global.

Menurutnya, Indonesia diuntungkan dengan relatif tingginya harga komoditas ekspor unggulan Indonesia di pasar global sehingga memberikan windfall dan mendongkrak kinerja ekspor dan surplus neraca perdagangan.

Hal ini tercermin dari ekspor yang tumbuh sebesar 16,28 persen pada 2022. Jika dirincikan, ekspor barang tumbuh sebesar 14,41 persen, terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 16,28 persen.

Sejalan dengan itu, ekspor jasa tumbuh sebesar 56,06 persen, terutama dipicu oleh meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui bandara internasional sebesar 2.301,62 persen.

Margo menambahkan, kinerja perekonomian Indonesia pada 2022 juga tidak terlepas dari konsolidasi kebijakan fiskal dan moneter yang kuat.

Misalnya saja, pemerintah memberikan bansos tambahan melalui BLT BBM, bantuan subsidi upah, dan dukungan APBD karena kenaikan harga BBM. Pemerintah pun menaikkan realisasi subsidi energi sebesar 22,41 persen.

Dari sisi moneter, BI menaikkan suku bunga acuan dari 4,25 persen pada September 2022 menjadi 5,5 persen pada Desember 2022 untuk menjangkar gerak inflasi di dalam negeri.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper