Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jababeka-Pertamina Pasang PLTS Atap di Kawasan Industri Cikarang

PT Jabebka menggandeng Pertamina NRE untuk pembangunan PLTS Atap di kawasan indsutri Jababeka-Cikarang.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 13 Januari 2023  |  12:40 WIB
Jababeka-Pertamina Pasang PLTS Atap di Kawasan Industri Cikarang
Kolaborasi PT Jababeka Tbk. (KIJA) dan Pertamina NRE dalam proyek PLTS Atap / (Dok. PT Jababeka Tbk)

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jababeka Tbk. (KIJA) melalui entitasnya PT Jababeka Infrastruktur menggandeng subholding Pertamina, Pertamina NRE dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di kawasan industri Jababeka-Cikarang.

Managing Director PT Jababeka Infrastruktur Agung Wicaksono mengatakan pihaknya bersama Pertamina NRE akan membangun PLTS atap di Water Treatment Plant I dan II dengan total kapasitas 230 kWp.

“PLTS yang dibangun merupakan tahap satu yang telah dibangun dan akan masih banyak pengembangunan selanjutannya dan teknologi dekarbonisasi lainnya di (Kawasan) Jababeka,” kata Agung dikutip, Jumat (12/1/2023).

PLTS sebagai energi terbarukan adalah salah satu dari banyak solusi lainnya untuk dekarbonisasi di kawasan industri seperti efisiensi energi, pengolahan sampah untuk circular economy, eksplorasi pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi, dan lain-lain.

Sebagai informasi, kawasan industri Jababeka-Cikarang saat ini tergabung ke dalam grup Kawasan Industri Net Zero yang diprakarsai oleh World Economic Forum (WEF).

Kawasan ini menjadi klaster industri pertama di Asia Tenggara bersama dengan 11 Klaster di berbagai belahan dunia yang sudah berkomitmen mewujudkan net zero emission.

Wakil Direktur Utama Jababeka, Tjahjadi Rahardja menerangkan bahwa pihak Jababeka akan menggandeng para tenant untuk menyusun peta jalan (roadmap) bersama-sama untuk Kawasan Industri Jababeka mencapai net zero di tahun 2050.

Adapun, saat ini ada 8 perusahaan di kawasan industri Jababeka yang telah mengaplikasikan PLTS atap dengan total kapasitas lebih dari 3,2 MWp, dan paling tidak lebih dari 4 MWp di dalam proses pembangunan.

"Aksi nyata untuk mewujudkan dekarbonisasi industri menjadi tantangan kita bersama. Sebuah gerakan besar dimulai dari satu langkah, dan momentum seremoni PLTS Atap Jababeka dan pembentukan Jababeka Net Zero Forum merupakan langkah awal dalam mewujudkan visi dekarbonisasi menuju Kawasan Industri Net Zero," ungkap Tjahjadi.

Pihaknya menyadari, untuk mencapai dekarbonisasi dibutuhkan sinergi yang kuat dengan perusahaan-perusahaan yang berada di dalam Kawasan Industri Jababeka.

Untuk itu, pembentukan Jababeka Net Zero (JNZ) Forum akan menjadi langkah bersama dengan stakeholder untuk bisa menjalin sinergitas antara pengelola Kawasan dan Tenant sehingga pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Kawasan Industri Jababeka bisa meningkat.

Di sisi lain, Presiden Direktur dan CEO Pertamina, Nicke Widyawati menyampaikan bahwa penggunaan solusi energi terbarukan seperti PLTS dapat menurunkan emisi karbon dari aktivitas industri.

Namun, perusahaan industri atau industrialis tidak bisa mendeklarasikan renewable energy 100 persen jika mereka berada di dalam kawasan industri, karena pengelola kawasanlah yang harus mengubahnya.

Nicke mengungkapkan apresiasinya kepada Jababeka sebagai motor penggerak yang pertama di Asia Tenggara yang mendeklarasikan kawasan net zero. Pertamina NRE disebut akan memberikan komitmen untuk ikut dalam pembangunan. 

"Kami bukan hadir sebagai kompetitor tapi kami hadir sebagai kolaborator bagi seluruh perusahaan yang ingin bergerak meningkatkan penetration dalam renewable energy. Ini tentu langkah awal. Kita mulai dari small step dan ini first step. Kita akan terus lanjutkan untuk mewujudkan net zero emission di 2060," terang Nicke. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

plts jababeka
Editor : Rio Sandy Pradana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top