Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tingkat Pengangguran di Korsel Naik Jadi 3,3 Persen Desember 2022

Kantor Statistik Korsel melaporkan angka pengangguran naik menjadi 3,3 persen pada Desember dari 2,9 persen pada bulan sebelumnya.
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 11 Januari 2023  |  12:38 WIB
Tingkat Pengangguran di Korsel Naik Jadi 3,3 Persen Desember 2022
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol - Yonhap

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah pengangguran di Korea Selatan (Korsel) meningkat pada bulan Desember 2022. Peningkatan ini dipengaruhi kenaikan suku bunga sehingga membebani konsumsi dan pasar tenaga kerja yang lebih luas.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (11/1/2023), Kantor Statistik Korsel melaporkan angka pengangguran naik menjadi 3,3 persen pada Desember dari 2,9 persen pada bulan sebelumnya. Jumlah tersebut berada di atas prediksi para ekonom yang memperkirakan kenaikan ke 3 persen.

Peski demikian, jumlah lapangan kerja yang dibuka pada bulan Desember masih naik 509.000 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun 2022, Korsel mencatat tingkat pengangguran mencapai 2,9 persen, lebih rendah dari tahun 2021 yang mencapai 3,7 persen.

Bank of Korea telah berada dalam siklus pengetatan kebijakan moneter selama 18 bulan untuk mengekang tekanan inflasi. Ekonom memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga pada pekan ini mungkin merupakan langkah terakhirnya yang akan diambil.

Data tingkat pengangguran hari ini semakin meningkatkan kekhawatiran bank sentral terhadap prospek ekonomi di dalam maupun di luar negeri. Jika bank sentral menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase pada pertemuan kebijakan Jumat pekan ini, hal tersebut akan membawa kenaikan kumulatif suku bunga acuan menjadi 3 poin persentase sejak Agustus 2021.

Selain meningkatnya suku bunga, tragedi Halloween Itaewon pada bulan Oktober juga telah membebani konsumsi swasta, yang selama ini menjadi pendorong utama perekonomian selain dorongan setelah relaksasi peraturan Covid-19.

Kementerian Keuangan mengatakan bulan lalu bahwa pembatalan pertemuan kebijakan dan masa berkabung setelah tragedi tersebut kemungkinan telah menurunkan sentimen konsumen.

Dalam pernyataan terpisah pada hari Rabu, pihak kementerian mengatakan tingkat pengangguran tahun ini kemungkinan akan naik sementara perolehan pekerjaan sebagian besar melemah.

Laporan tersebut menunjukkan bisnis restoran dan penginapan menghentikan periode percepatan kenaikan dalam perekrutan pada bulan Desember, sementara industri pergudangan dan transportasi mengalami penurunan untuk bulan kedua berturut-turut.

Kemudian, industri konstruksi mencatat penurunan perekrutan karena pasar properti mendingin sebagai respons terhadap kenaikan suku bunga dan menyusul gagal bayar pengembang Legoland Korea pada musim gugur.

Sektor manufaktur mencatat 85.800 lapangan kerja baru dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kenaikan terkecil sejak Februari karena produksi semikonduktor berkurang dan ekspor tersendat.

Sementara itu, sektor pertanian mengalami kehilangan pekerjaan pertamanya sejak musim semi 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korsel Ekonomi Korsel
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top