Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Pajak Ekspor Nikel hingga Kendaraan Listrik

Berita tentang aturan pajak ekspor nikel menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  08:50 WIB
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Pajak Ekspor Nikel hingga Kendaraan Listrik
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah terus berupaya menguatkan ekosistem penghiliran nikel yang terintegrasi dari hulu hingga hilir demi memperoleh manfaat yang lebih besar dari segi nilai sehingga pada akhirnya bisa mengerek perekonomian nasional.

Berita tentang aturan pajak ekspor nikel menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.

Berikut ini highlight Bisnisindonesia.id, Kamis (8/11/2022):

1. Aturan Pajak Ekspor Nikel Jalan Terus di Tengah Kemelut di WTO

Terlepas dari masih berlanjutnya upaya banding Indonesia terhadap keputusan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) yang memenangkan gugatan Uni Eropa (UE) dalam perkara larangan ekspor bijih nikel, pemerintah memastikan akan memberlakukan bea keluar ekspor komoditas hasil olahan bijih nikel mulai tahun depan.

Saat ini, Indonesia tengah menyiapkan aturan penerapan pajak ekspor nikel tersebut dan terus melanjutkan pembahasannya bersama pelaku usaha untuk mencari formulasi penentuan persentase bea keluar sejumlah produk turunan bijih nikel seperti nikel pig iron (NPI) hingga feronikel (FeNi). 

Formulasi pungutan progresif tersebut diharapkan fleksibel mengikuti kondisi pasar nikel mendatang karena. “Tahun depan kita akan berlakukan [bea keluar turunan nikel],” kata Deputi Bidang Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto kepada Bisnis, belum lama ini.

Sejalan dengan itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menjamin kepastian hukum dan investasi untuk rantai industri nikel domestik tetap terjaga kendati Indonesia dinyatakan kalah dalam sengketa di WTO. Sejauh ini, sudah ada 21 smelter yang beroperasi di Tanah Air dan hingga akhir tahun ini Kementerian ESDM menargetkan total sudah 28 yang efektif beroperasi.

2. Kuda-kuda Sektor Properti Hadapi Badai Ketidakpastian Tahun 2023

Tahun depan menjadi tahun kekhawatiran tersendiri termasuk sektor properti karena ketidakpastian ekonomi global. Ancaman resesi ekonomi global hingga masuknya tahun politik di tahun depan menjadi suatu yang perlu diwaspadai. Selama pandemi, kondisi sektor properti memang dapat bertahan. Namun demikian, pertumbuhan penjualan properti tetap mengalami perlambatan. 

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro mengatakan ketegangan geopolitik dunia memperburuk fragmentasi dan prospek ekonomi dan keuangan global.

Berlanjutnya fragmentasi politik dan ekonomi serta pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju menyebabkan perekonomian dunia ke depan diperkirakan melambat disertai meningkatnya risiko resesi. Tekanan inflasi pun diperkirakan masih akan tinggi ke depan memicu kebijakan suku bunga tinggi yang diperkirakan akan dipertahankan dalam jangka waktu lebih lama.

“Agresivitas kenaikan suku bunga FFR (Fed Fund Rate) mendorong sangat kuatnya mata uang dolar AS dan naiknya yield US Treasury dengan tinggi,” ujarnya, Rabu (7/12/2022). 

Namun demikian, perekonomian nasional diperkirakan terus membaik ditopang meningkatnya konsumsi swasta dan investasi, serta tetap kuatnya ekspor. Adapun proses pemulihan ekonomi Indonesia didorong oleh solidnya permintaan domestik sejalan dengan terjaganya daya beli, terus meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi-keuangan, tetap positifnya kinerja ekspor didukung oleh kenaikan nilai tambah dari hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, serta berlanjutnya penyelesaian PSN. Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga di tengah sangat kuatnya dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

3. Emas & Aset Kripto Menanti Berkah Natal Santa Claus Rally

Komoditas emas hingga aset kripto mulai memasuki pemulihan setelah terpuruk turun yang berkepanjangan selama beberapa bulan terakhir. Kedua komoditas tersebut diperkirakan bakal mengalami tren bullish pada Desember terimbas fenomena Santa Claus Rally.

Investor percaya bahwa Desember bisa membawa keberuntungan membantu emas dan kripto untuk menguat. Analis pun menilai, memasuki akhir tahun berpotensi menjadi masa pemulihan dari keterpurukan pasar komoditas tersebut.

Mengutip Bloomberg per Rabu (7/12/2022), harga emas Comex terpantau 1,60 poin atau 0,09 persen ke level US$1.784 per ons.  Sementara, harga emas Spot naik 1,31 poin atau 0,07 persen ke US$1.772 per ons.

Analis Monex Investindo Futures (MIFX) Anthony Kevin menilai psoitifnya kinerja pasar saham AS memiliki dampak terhadap kinerja emas sebagai instrument safe haven. Secara umum, pasar saham AS dan emas akan memiliki korelasi negatif. 

Ketika pasar saham AS sedang bullish, maka harga emas akan turun karena pelaku pasar akan melikuidasi posisinya di instrumen safe haven seperti emas dan mengalihkannya ke instrumen yang lebih berisiko seperti saham.

Sebaliknya, ketika pasar saham AS sedang bearish, maka harga emas akan naik karena pelaku pasar akan melikuidasi posisinya di instrumen yang lebih berisiko seperti saham dan mengalihkannya ke instrumen safe haven seperti emas.  

 

4. Inflasi 2022 Mungkin di Bawah 6 Persen, Defisit APBN Menyempit

Setelah terjadi lonjakan inflasi karena kenaikan harga BBM pada September 2022, tingkat inflasi Indonesia terus menunjukkan penurunan. Pemerintah memperkirakan inflasi hingga akhir 2022 akan terkendali di bawah 6 persen. Sementara itu, terpenuhinya target pajak akan memberikan dampak positif berupa penyempitan defisit APBN 2022.

Jika pada September inflasi bertengger di posisi 5, 92, pada dua bulan berikutnya inflasi beringsut turun ke level 5,71 pada Oktober, dan turun lebih rendah lagi ke level 5,42 persen pada November 2022. 

Dengan begitu, meskipun target inflasi 2022 sebesar 3±1persen (berdasarkan PMK No.101/PMK.010/2021 tanggal 28 Juli 2021 tidak akan tercapai) pemerintah meyakini inflasi akhir tahun akan terkendali dan berada di bawah 6 persen.

Dalam kalkulasi pemerintah tingkat inflasi pada akhir 2022 diproyeksikan mencapai kisaran 5,34 hingga 5,5 persen. 

“Inflasi diperkirakan terkendali, setelah meningkat ke 5,95 persen, 5,71 persen, dan terakhir 5,42 persen, sampai akhir tahun diperkirakan bisa mencapai 5,34 - 5,5 persen,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

 

5. Kendaraan Listrik Disubsidi, Industri Baterai Tambah Energi

Pemerintah berencana memacu laju transisi menuju kendaraan terelektrifikasi, termasuk untuk sepeda motor, dengan skema subsidi bagi pembeli sarana mobilitas bertenaga listrik. Industri baterai adalah salah satu pihak yang paling diuntungkan.

Di Asean, seperti dilansir theicct.org, peralihan menuju kendaraan niremisi (zero emission vehicle) paling cepat terjadi pada segmen sepeda motor dan kendaraan roda tiga. Adapun Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dan Filipina.

Pada 2020, Vietnam memiliki 262.000 kendaraan roda dua listrik, dengan pangsa penjualan sebesar 8,3 persen, diikuti oleh Filipina sebesar 1,4 persen, dan Indonesia sebesar 1,1 persen. Adapun Malaysia sebesar 0,8 persen, serta Thailand dan Kamboja masing-masing sebesar 0,1 persen.

Untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik baterai di jalan raya, pemerintah telah menerbitkan Perpres No 55 tahun 2019, serta Inpres Nomor 7 Tahun 2022. Beragam insentif juga telah ditebarkan, seperti PPnBM 0 persen untuk kendaraan listrik, bebas bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan pajak kendaraan bermotor (PKB). 

Selain itu, kredit pemilikan kendaraan listrik bisa dengan uang muka 0 persen. Pemilik kendaraan listrik juga akan menikmati diskon tarif listrik dari PLN untuk cas kendaraan di rumah, dan bebas bea masuk untuk kendaraan yang diimpor secara tidak utuh (IKD). 

Terbaru, pemerintah Indonesia tengah menyiapkan insentif anyar berupa subsidi bagi pembeli kendaraan listrik jenis sepeda motor maupun mobil. Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, besaran subsidi pembelian sepeda motor listrik sekitar Rp6,5 juta, untuk kendaraan listrik jenis mobil masih dalam pembahasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti Sidang WTO Nikel aset kripto Inflasi Mobil Listrik
Editor : Yanita Petriella
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top