Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pertamina Mulai Uji Coba Penjualan Solar Subsidi Pakai QR Code

Uji coba pembatasan penjualan Solar bersubsidi dengan QR code akan diterapkan di 11 kota/kabupaten.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 02 Desember 2022  |  17:54 WIB
Pertamina Mulai Uji Coba Penjualan Solar Subsidi Pakai QR Code
Pertamina menjamin ketersediaan pasokan solar bersubsidi, sebagai bagian dari penugasan pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Subholding Trading and Commercial Pertamina telah memulai uji coba secara penuh pengaturan penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar melalui QR code.

Pertamina Patra Niaga memulai uji coba penerapan Subsidi Tepat secara menyeluruh untuk produk Solar subsidi per Kamis (1/12/2022). Uji coba akan diterapkan di 11 kota/kabupaten, antara lain Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Jepara, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Wonogiri, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Lumajang, Kota Banjarmasin, dan Kota Payakumbuh.

Uji coba penerapan Subsidi Tepat dilakukan untuk melihat kesiapan infrastruktur digital serta kesiapan pengawas dan operator SPBU dalam mengimplementasikan mekanisme full cycle Subsidi Tepat. Uji coba penerapan Subsidi Tepat secara menyeluruh adalah penerapan scan QR untuk transaksi Solar subsidi

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) Saleh Abdurrahman mengungkapkan langkah Pertamina yang bakal memperluas cakupan serta peningkatan kualitas uji coba sangat baik demi memastikan sistem baru tersebut bisa diaplikasikan, baik oleh petugas di lapangan maupun masyarakat. Dia optimistis uji coba bisa berjalan lancar.

"Kami mendukung Pertamina dan sudah ada contoh di beberapa daerah sebelumnya berjalan baik," kata Saleh dalam keterangan resminya, Jumat (2/12/2022).

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, uji coba pengaturan penjualan Solar bersubsidi oleh Pertamina memang seharusnya sudah diterapkan. Selain menguji keandalan sistem, penerapan itu guna memastikan keandalan pelayanan.

Menurut Tulus, upaya pengendalian pendistribusian BBM bersubsidi tidak bisa ditawar lagi. Pengendalian BBM bersubsidi adalah hal rasional dan wajib dilakukan.

“Ini agar terdeteksi siapa sesungguhnya pengguna BBM bersubsidi tersebut," ujarnya.

Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan QR code atau sudah terdaftar di website Subsidi Tepat, akan dilayani pembelian Solar subsidi dengan volume sesuai dengan SK BPH Migas No. 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020, yakni roda empat pribadi maksimal 60 liter per hari, roda empat angkutan barang & umum maksimal 80 liter per hari, roda enam angkutan barang dan umum maksimal 200 liter per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

solar subsidi pertamina
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top