Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mendagri Ingatkan Pemda: Jangan Cuma Andalkan APBD!

Mendagri Tito Karnavian mengatakan tidak banyak kepala-kepala daerah yang berpikir untuk mengelola APBD secara maksimal.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  10:35 WIB
Mendagri Ingatkan Pemda: Jangan Cuma Andalkan APBD!
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. - kemendagri.go.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri terus mendorong kepala-kepala daerah untuk memperbanyak sumber-sumber pendapatan yang sah, salah satunya dengan menarik investasi ke daerah. 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan investasi menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Dengan begitu, jika sewaktu-waktu perekonomian global maupun nasional terguncang, daerah memiliki daya tahan lantaran pendapatannya berlebih.

Selain itu, lanjut dia, suatu daerah tidak akan bisa maju jika hanya mengandalkan APBD atau anggaran pendapatan dan belanja daerah. 

“Jangan sekali-kali daerah bisa maju hanya mengandalkan APBD. No, tidak. APBD sudah terkunci, 20 persen pendidikan, 10 persen kesehatan, 10 persen infrastruktur, belum yang lain-lain,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2022, di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Mantan Kapolri itu mengaku tidak banyak kepala-kepala daerah yang berpikir untuk mengelola APBD untuk mendukung iklim investasi di daerahnya. Dana yang berasal dari pusat tersebut justru dihabiskan, tanpa dimanfaatkan untuk mencari sumber pendapatan baru.

“Jadi di otaknya gimana caranya pendapatan dari pusat itu digigit. Boro-boro mau nambah pendapatan dari PAD atau BUMD, yang digerogoti adalah dari pusat,” ungkapnya.

Untuk itu, dia meminta sejumlah daerah untuk mencontoh daerah lain yang sukses memperbanyak sumber-sumber pendapatan, seperti DKI Jakarta, Kabupaten Badung, Bali, hingga Timika.

Kabupaten Badung, Bali misalnya. Dari total pendapatan senilai Rp6,3 triliun, sekitar Rp4,7 triliun berasal dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan Rp1,6 triliun berasal dari TKDD (Transfer ke Daerah dan Dana Desa). Kemudian Timika, dengan pendapatan Rp4,3 triliun, sebanyak Rp1,6 triliun berasal dari TKDD dan sisanya merupakan PAD.

“Inilah yang saya harapkan kita harus menunjang investasi. Tanpa investasi, tidak pernah daerah itu akan melompat,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mendagri kemendagri apbd
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top