Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ketika Jokowi 8 Kali Ucapkan 'Hati-Hati' saat Pertemuan Tahunan BI

Presiden Jokowi tercatat 8 kali mengucapkan kata "hati-hati" hingga "waspada" saat pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI). Apa maknanya?
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  07:15 WIB
Ketika Jokowi 8 Kali Ucapkan 'Hati-Hati' saat Pertemuan Tahunan BI
Presiden RI Joko Widodo saat berpidato di acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia pada Rabu (30/11 - 2022). Dok. Biro Setpres RI.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia pada Rabu (30/11/2022). Dalam pidatonya, Jokowi berulang kali melontarkan kata "hati-hati" tatkala memaparkan proyeksi ekonomi pada tahun 2023 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi berpesan bahwa saat ini kondisi global masih tidak pasti dan sulit untuk diprediksi.

“Pada tahun 2023 betul-betul kita harus hati-hati dan waspada tanpa mengurangi optimisme," ujar Jokowi saat berpidato di acara Pertemuan Bank Indonesia, Rabu (30/11/2022). 

Berdasarkan catatan Bisnis, Jokowi menyebutkan kata "hati-hati" hingga delapan kali saat berbicara di depan para hadirin. Selain itu, Kepala Negara juga acap kali melontarkan kata "waspada". 

Hal tersebut dilakukan Jokowi bukan tanpa alasan. Dia mengatakan gejolak ekonomi global yang diproyeksi pada tahun depan perlu mendapat perhatian khusus demi menjaga ketahanan ekonomi nasional.

"Saya bertemu seluruh kepala negara dengan GDP terbesar di dunia, sama semuanya pusing. Oleh sebab itu kita harus hati-hati dan waspada," ucap Jokowi. 

Di samping itu, Jokowi juga mengajak masyarakat untuk berhati-hati mengingat kondisi ekspor Indonesia pada tahun depan dilaporkan bakal terdampak sejalan dengan konflik geopolitik antara Rusia Ukraina hingga perang dagang antara Amerika dan China.

"Ekspor Indonesia pada tahun ini dan tahun lalu melompat tinggi sekali, tapi hati-hati tahun depan bisa menurun karena problem tiongkok belum selesai. Terlebih lagi ekonomi mereka juga menurun karena kebijakan 0 Covid-19," pungkas Jokowi.

Tak berhenti sampai disitu, orang nomor 1 di Indonesia tersebut kembali menekankan kata "hati-hati" pada pidatonya saat menjabarkan target realisasi investasi RI pada tahun 2023.

Dijelaskan, pada 2021 target investasi Indonesia mencapai target Rp900 triliun. Sementara pada tahun 2022 Indonesia dilaporkan bakal mencapai target investasi Rp1.200 triliun. Adapun, target realisasi investasi untuk tahun telah telah ditetapkan sebesar Rp1.400 triliun.

"Kenapa kita di kuartal III bisa tumbuh? Karena didukung oleh investasi yang masih baik, tapi tahun depan? Hati-hati tidak mudah angka Rp1.400 triliun itu," tekan Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga menghimbau Provinsi Maluku Utara yang telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif yang sangat impresif untuk berhati-hati dalam menjaga stabilitasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Maluku Utara menjadi salah satu provinsi yang mencatatkan kinerja pertumbuhan ekonomi cukup signifikan mencapai 27 persen dengan tingkat inflasi hanya 3.3 persen.

Dia menilai melesatnya pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara karena efek dari hilirisasi smelter. Menurut Jokowi, ekonomi Maluku Utara bisa tumbuh lebih pesat seiring bertambahnya smelter dan industri turunan nikel.

Meski demikian, Jokowi mengingatkan agar pemerintah daerah tetap hati-hati. Jangan sampai kondisi yang sudah sangat bagus berubah menjadi tidak baik.

"[Untuk Maluku], ini bukan hati-hati gak baik, tapi hati-hati agar jangan menjadi gak baik. Dan yang bagus lagi di Maluku Utara itu, waktu saya ke pasar di Ternate, harga-harga itu sangat stabil sekali," jelas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia Jokowi Resesi
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top