Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Produksi Migas Meroket, Medco (MEDC) Siapkan Capex Rp2,34 Triliun

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyiapkan capex hingga Rp2,34 triliun usai produksi migas pada kuartal III/2022 naik 73 persen.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  13:58 WIB
Produksi Migas Meroket, Medco (MEDC) Siapkan Capex Rp2,34 Triliun
Fasilitas produksi dan penyimpanan terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) Belanak di South Natuna Sea Block B yang dikelola Medco E&P Natuna (MEPN). Istimewa - SKK Migas.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melaporkan produksi minyak dan gas (migas) mencapai di angka 161 mboepd pada kuartal III/2022 atau naik 73 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Adapun MedcoEnergi turut meningkatkan panduan produksi Migas setahun penuh di posisi 160 mboepd. Biaya produksi dipatok di kisaran US$7,2 per boe.

“Kemajuan yang baik juga dicapai pada pengembangan di Natuna dan Corridor termasuk penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang baru dengan Gas Supply Pte Ltd. (GSPL),” kata CEO MedcoEnergi Roberto Lorato melalui siaran pers, Kamis (1/12/2022).

Sementara itu, perseroan menetapkan belanja modal migas US$150 juta atau setara dengan Rp2,34 triliun, asumsi kurs Rp15.628, untuk sejumlah proyek pengembangan di South Natuna Sea Block PSC.

Adapun, Roberto mengatakan, Lapangan Hiu telah beroperasi sejak Juni. Sementara, proyek Belida Extension diharapkan mengalirkan gas pertama pada akhir tahun ini.

“Lapangan Hiu telah mulai beroperasi pada bulan Juni dan Proyek Belida Extension diharapkan akan mengalirkan gas pertama pada akhir tahun ini,” kata dia.

Seperti diketahui, emiten Migas milik konglomerat keluarga Panigoro itu mencetak peningkatan kinerja hingga September 2022 dengan kenaikan pendapatan hingga US$1,80 miliar atau setara dengan Rp27,53 triliun dan laba bersih melesat 614 persen.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan di Bursa Efek Indonesia, sampai dengan September 2022 MEDC mencetak pendapatan mencapai US$1,80 miliar naik 89,11 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$955,92 juta.

Pendapatan penjualan terbesar diraih dari kontrak penjualan minyak dan gas bumi sebesar US$1,71 miliar. Selanjutnya, kontrak penjualan listrik senilai US$24,15 juta, kontrak operasi dan jasa pelayaran US$20,19 juta, kontrak konstruksi menyumbang pendapatan US$12,371 juta, dan kontrak penjualan jasa lainnya senilai US$7,39 juta.

Di sisi lain, peningkatan pendapatan juga meningkatkan beban pokok MEDC naik dari US$580,11 juta menjadi US$902,96 juta. Hal ini membuat laba kotor MEDC masih mencatat kenaikan dari US$375,80 juta sampai September 2021 menjadi US$904,81 pada September 2022.

Dari catatan tersebut MEDC juga mampu meraup laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk melesat 614,39 persen dari sebesar US$56,12 juta pada sembilan bulan 2021, menjadi sebesar US$400,92 juta pada sembilan bulan 2022 atau setara dengan Rp6,10 triliun, (kurs BI September 2022 Rp15.232 per dolar AS).

Perseroan juga mencetak kenaikan pada laba per saham menjadi senilai US$0,016 sampai September 2022, dari tahun sebelumnya senilai US$0,002.

Selanjutnya, total aset MEDC juga meningkat menjadi US$6,87 miliar sampai September 2022 dari catatan hingga Desember 2021 sebesar US$5,68 miliar. Adapun, total liabilitas sebesar US$5,23 miliar dan ekuitas US$1,64 miliar.

Direktur Keuangan MEDC Anthony Mathias menjelaskan meningkatnya aset minyak dan gas bumi sebesar 59,4 persen sampai 30 September 2022 sebagian besar diakibatkan oleh efek dari akusisi atas ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd. (CIHL) dan entitas anaknya pada awal Maret 2022;

Demikian pula dengan peningkatan di investasi jangka panjang sebesar 28,5 persen menjadi US$1,38 miliar pada 30 September 2022, sebagian besar diakibatkan oleh efek dari akusisi atas ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd. (CIHL) dan entitas anaknya pada awal Maret 2022, serta kontribusi laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medco medco energi internasional migas
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top