Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ancaman Resesi, Ekonom Beberkan 3 Faktor Penentu Ekonomi RI 2023

Ini 3 faktor penentu yang akan mempengaruhi perekonomian Indonesia pada 2023 di tengah ancaman resesi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 27 November 2022  |  13:11 WIB
Ancaman Resesi, Ekonom Beberkan 3 Faktor Penentu Ekonomi RI 2023
Suasana deretan gedung bertingkat dan perumahan padat penduduk di Jakarta, Senin (4/7/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perekonomian Indonesia masih akan menghadapi berbagai risiko di tengah tingginya ketidakpastian termasuk ancaman resesi yang bakal melanda dunia pada tahun depan. 

Ekonom Senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Hendri Saparini menyampaikan bahwa ada tiga faktor penentu yang akan mempengaruhi perekonomian di dalam negeri pada 2023.

Pertama, yaitu potensi resesi dan perlambatan ekonomi negara-negara tujuan ekspor utama Indonesia, yaitu Amerika Serikat, Eropa, dan China.

"Ekonomi China khususnya diperkirakan berpotensi rebound jika berhasil melalui Zero Covid Policy dan restrukturisasi kredit sektor properti," katanya belum lama ini. 

Selain itu, Hendri mengatakan berlanjutnya penurunan harga komoditas juga akan menentukan perekonomian Indonesia ke depan. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama pandemi Covid-19 terdorong oleh kinerja ekspor yang kuat akibat tingginya harga komoditas global.

Dia menilai Ekonomi Indonesia selama pandemi terselamatkan oleh peningkatan harga komoditas. 

"Namun, tapi adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi dan pelemahan permintaan, akan mengganggu harga komoditas,” imbuhnya. 

Faktor penentu kedua adalah pengetatan moneter, baik secara global maupun domestik. Normalisasi kebijakan moneter yang telah berlangsung untuk merespons lonjakan inflasi, terutama di negara maju.

Hal tersebut, lanjutnya, telah mengakibatkan tekanan di pasar keuangan dan menekan nilai tukar mata uang, termasuk di Indonesia.

“Kita berhadapan pada pengetatan moneter pada 2023 tidak akan seketat 2022 sehingga kita berharap tidak ada pelemahan nilai tukar di berbagai negara dan tekanan inflasi bisa berkurang,” jelasnya.

Dia mengatakan tingkat inflasi di banyak negara diproyeksikan lebih rendah pada tahun depan dibandingkan dengan 2022, namun memang masih terdapat tekanan yang besar akibat ketidakpastian yang tinggi.

Ketiga, yaitu kebijakan pemerintah Indonesia untuk menormalisasi atau mengurangi defisit hingga ke level 3 persen. Kebijakan ini akan mengurangi pemberian stimulus ke sektor riil yang telah berlangsung pada 3 tahun terakhir. 

Dengan berbagai tantangan tersebut, CORE Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia masih akan tumbuh kuat pada tahun depan, dengan proyeksi pada kisaran 4,5 hingga 5 persen.

“Ini relatif kuat. kalau dibandingkan proyeksi pertumbuhan tahun ini 5,0–5,1 persen, memang ada perlambatan, tapi tidak terlalu jauh apalagi dibandingkan dengan potensi perlambatan global yang signifikan,” kata Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai 4,5 hingga 5 persen pada tahun depan, juga masih lebih baik dibandingkan dengan sejumlah negara berkembang lainnya.

Hendri menjelaskan penopang utama pertumbuhan ekonomi pada 2023 masih dari konsumsi rumah tangga, yang diperkirakan tumbuh melampaui tingkat konsumsi sebelum pandemi Covid-19, meski masih terdapat potensi perlambatan akibat tekanan global.

Kinerja investasi pun diproyeksi akan tumbuh menguat pada tahun depan dan akan kembali menjadi penyumbang kedua terbesar pada pertumbuhan ekonomi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertumbuhan ekonomi indonesia Resesi core indonesia
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top