Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ambisi Volkswagen Cs. Geser Dominasi Tesla di Pasar EV Terkendala Perangkat Lunak

Ambisi produsen mobil Jerman menggeser dominasi Tesla di pasar mobil listrik mendapat sejumlah kendala.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 November 2022  |  17:00 WIB
Ambisi Volkswagen Cs. Geser Dominasi Tesla di Pasar EV Terkendala Perangkat Lunak
Volkswagen ID3 sedang mengisi daya listrik. - Volkswagen
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Upaya industri mobil Jerman untuk merebut dominasi pasar kendaraan listrik dari Tesla Inc. harus tertunda menyusul sejumlah kendala yang dihadapi Volkswagen AG dan Mercedes-Benz AG.

Dilansir Bloomberg pada Minggu, VW akan menunda proyek mobil listrik utama selama dua tahun karena kendala pemenuhan perangkat lunak. Hal ini membuat rencana ambisius proyek mobil listrik senilai 52 miliar euro atau US$54 miliar berada di ujung tanduk.

Selain itu, Mercedes memangkas harga mobil listrik EQS andalannya di China sekitar US$33.000 setelah salah melakukan penilaian pasar.

Perkembangan tersebut merupakan tanda bahaya bagi keberlangsungan ambisi industri mobil listrik di Eropa. Saat banyak produsen mobil di seluruh dunia bergulat dengan peralihan dari mobil bermesin pembakaran internal, pabrikan Jerman terpapar risiko yang besar karena mayoritas memproduksi mobil mewah dengan teknologi mutakhir.

Analis Bloomberg Intelligence Michael Dean mengatakan produsen mobil Jerman telah mengumumkan target elektrifikasi yang berani dan mengklaim mereka memimpin transisi, tetapi mereka belum mewujudkannya.

"Perjalanan mereka masih panjang," ungkap Dean.

Setelah terus gagal menggeser posisi Tesla di pasar kendaraan listrik atau EV, ditambah dengan produsen EV China mulai bermunculan, produsen mobil Jerman mulai memacu upaya memenangkan perlombaan di pasar EV dengan mengurangi pengembangan lini mobil konvensional yang telah mendominasi selama beberapa dekade.

BMW, Mercedes, dan VW menggelontorkan lebih dari 100 miliar euro untuk meningkatkan infrastruktur platform perakitan mobil listrik, pabrik baterai, dan perangkat lunak untuk menghadirkan EV generasi baru.

Kepala divisi otomotif global Acenture Axel Schmidt mengatakan, dari perspektif perangkat keras, produsen mobil jerman tidak diragukan lagi kemampuannya untuk memproduksi mobil yang luar biasa.

“Tetapi dapatkah kompleksitas dan kualitas yang dibutuhkan untuk perangkat lunak dikuasai oleh pabrikan perangkat keras berusia 120 tahun? Saya tidak yakin," ungkapnya.

Perkembangan dalam sepekan ini menunjukkan bagaimana VW mengevaluasi kembali strategi yang ditetapkan oleh mantan CEO Herbert Diess, yang digantikan oleh chairman Porsche Oliver Blume pada September lalu.

Sementara itu bagi Mercedes, lesunya kinerja penjualan mobil listrik mewahnya di China menjadi hambatan tersendiri terhadap upaya transformasi menjadi produsen mobil listrik penuh pada 2030.

Di VW, dampaknya juga bisa meluas. Jika proyek mobil baterai Trinity ditunda lebih lama dari 2026, VW juga dapat membatalkan rencana mendirikan pabrik senilai 2 miliar euro di Jerman. Itu juga berarti merek VW kehilangan kesempatan untuk menutup kesenjangan teknologi dengan Tesla, terutama pada fitur mobil otonom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik volkswagen tesla
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top