Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bulog Amankan 1,1 Juta Ton Beras, Segini Kebutuhan Per Bulan

Secara kumulatif, Perum Bulog telah menyalurkan sebanyak 821.167 ton cadangan beras pemerintah untuk stabilisasi harga.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 18 November 2022  |  14:08 WIB
Bulog Amankan 1,1 Juta Ton Beras, Segini Kebutuhan Per Bulan
Stok beras di gudang Bulog Lampung./Antara - Ruth Intan Sozometa Kanafi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) menyampaikan telah mengamankan sekitar 1,1 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP).

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan bahwa jumlah tersebut bersumber dari 625.000 ton stok di dalam negeri dan 500.000 ton dari luar negeri.

“Total stok yang kami punya sekarang sudah hampir 1,2 juta ton yang tersimpan di gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia ditambah stok beras komersil hasil kerja sama di luar negeri. Stok beras di luar negeri ini bisa kapan saja kami tarik jika memang stok dalam negeri sudah habis. Intinya untuk stok beras tidak ada masalah,” kata Buwas dalam keterangan resmi, Jumat (18/11/2022).

Adapun stok CBP milik Perum Bulog tersebut diperuntukkan bagi operasi pasar atau Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) dengan tujuan menahan laju harga beras jenis medium di pasaran.

Penyaluran KPSH rata-rata pada Januari - Juli 2022 adalah sebesar 37.035 ton per bulan. Rendahnya penyaluran pada bulan-bulan  seiring musim panen yang cukup berhasil, sehingga pasokan dari masyarakat cukup melimpah.

Realisasi penyaluran mulai Agustus 2022 mengalami peningkatan yaitu menjadi 214.923 ton, pada September sebanyak 187.000 ton, dan pada Oktober sebanyak 160.000 ton sejalan dengan kenaikan harga beras.

Secara kumulatif, Perum Bulog telah menyalurkan sebanyak 821.167 ton CBP untuk KPSH. Meski demikian, saat ini harga beras tidak turun, namun tertahan secara rata-rata nasional.

Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, per hari ini, Jumat (18/11/2022), harga beras untuk jenis premium terpantau tetap di level Rp12.900 per kilogram, sedangkan untuk jenis medium di angka Rp10.900 per kg.

Sebagai informasi, kenaikan harga beras mulai terjadi sejak Juni 2022. Sepanjang Juni hingga hari ini, harga beras telah naik Rp400 untuk jenis medium dan Rp500 untuk jenis premium, bahkan per Oktober 2022, beras telah menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen.

Dengan demikian, bila melihat stok dalam negeri saat ini sebesar 625.000 ton dan kebutuhan per bulannya rata-rata sekitar 80.000 ton, alhasil ketahanan CBP hanya 7,8 bulan ke depan. Bila diperlukan sewaktu-waktu, Perum Bulog harus menarik stok 500.000 ton beras yang ada di luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Beras impor beras Stok Beras produksi beras Beras Bulog Bulog perum bulog
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top