Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Indonesia Ajak Australia Jadi Powerhouse Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik

Indonesia dan Australia memiliki kekuatan di sektor pertambangan, di mana Australia memiliki keunggulan sebagai penghasil lithium terbesar di dunia.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 16 November 2022  |  08:20 WIB
Indonesia Ajak Australia Jadi Powerhouse Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana menaiki mobil listrik menuju KITB, Batang, Jateng, Rabu (08/06 - 2022). (Foto: BPMI Setpres / Laily Rachev)
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam pertemuannya dengan Sekretaris Parlemen Negara Bagian Australia Barat Jessica Jane Shaw di Nusa Dua, Minggu (13/11/2022), mengajak Australia untuk bekerja sama dalam mendorong hilirisasi dan energi baru terbarukan, guna pengembangan ekosistem industri baterai listrik.

Pada kesempatan tersebut, Bahlil menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berkomitmen untuk mendorong investasi hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Ini merupakan momentum yang tepat bagi Indonesia dan Australia untuk memperkuat hubungan perekonomian, khususnya dalam hal investasi. Indonesia dan Australia memiliki kekuatan di sektor pertambangan, di mana Australia memiliki keunggulan sebagai penghasil lithium terbesar di dunia,” kata Bahlil, dikutip Rabu (16/11/2022).

Bahlil menuturkan, 40 persen komponen kendaraan listrik adalah baterai, dengan bahan baku pentingnya yakni nikel, mangan, cobalt, dan lithium. Namun, Indonesia tidak memiliki lithium sehingga dengan adanya kerja sama dengan Australia sebagai penghasil lithium terbesar di dunia, kedua negara dapat menjadi power house dalam ekosistem rantai pasok baterai kendaraan listrik yang dapat saling menguntungkan kedua belah pihak.

Inisiasi tersebut disambut baik oleh Jessica. Jessica menilai hal tersebut merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, dengan adanya 50 persen cadangan lithium dunia di Australia Barat, serta letak geografis Australia yang strategis terhadap Indonesia, Indonesia bisa dengan mudah memperoleh bahan baku lithium dari Australia dan bersinergi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

“Seperti Indonesia, Pemerintah Australia juga memiliki ketertarikan dalam hal hilirisasi. Sehingga, ada peluang untuk melakukan kolaborasi dan sharing knowledge antara kedua negara,” ujar Jessica.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Kementerian Investasi bakal membentuk tim khusus untuk mengeksplorasi peluang kerja sama Indonesia dengan Australia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kendaraan Listrik bkpm investasi bahlil lahadalia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top