Sampoerna Siap Operasikan Pabrik Batang Tembakau untuk IQOS

HM Sampoerna hadirkan fasilitas produksi batang tembakau untuk IQOS dengan merek HEETS senilai US$166,1 juta
HM Sampoerna hadirkan fasilitas produksi batang tembakau untuk IQOS
HM Sampoerna hadirkan fasilitas produksi batang tembakau untuk IQOS

Bisnis.com, JAKARTA – Investasi PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), untuk menghadirkan fasilitas produksi batang tembakau untuk IQOS dengan merek HEETS berjalan sesuai rencana. Pabrik berteknologi tinggi senilai US$166,1 juta ini akan beroperasi pada kuartal IV/2022.

Kepastian beroperasinya pabrik yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat ini disampaikan oleh Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Vassilis Gkatzelis pada Paparan Publik Sampoerna, Selasa (1/11/2022).

“Fasilitas produksi ini akan fokus untuk memasok pasar domestik dan pasar ekspor di kawasan Asia Pasifik,” katanya.

Batang tembakau untuk IQOS yang dipasarkan dengan merek HEETS akan melengkapi lini produk yang dipasarkan Sampoerna di dalam negeri dan terutama untuk ekspor di Kawasan Asia Pasifik. Bagi Philip Morris International (PMI), perusahaan induk Sampoerna, pabrik terbaru ini menjadi yang ketujuh di dunia dan kedua di Asia setelah Korea Selatan.

Seperti diketahui, selain menjadi pemain utama di dalam negeri, Sampoerna menjadi salah satu produsen rokok yang konsisten melakukan ekspor. Pada 9 bulan pertama 2021, Sampoerna tercatat melakukan ekspor yang menjangkau sekitar 40 destinasi di dunia.

Vassilis menuturkan, Indonesia merupakan salah satu bagian yang sangat penting bagi PMI. Sejak 2005, PMI dan Sampoerna telah mengucurkan investasi lebih dari US$6 miliar. Sampoerna memiliki skala bisnis yang mencakup lebih dari 65.000 karyawan langsung dan tidak langsung melalui Mitra Produksi Sigaret (MPS).

Saat ini beragam lini produk Sampoerna diproduksi di 44 pabrik di mana 6 pabrik dimiliki secara langsung oleh Sampoerna dan 38 pabrik sisanya merupakan MPS. Portofolio produk Sampoerna antara lain Sampoerna A, Dji Sam Soe, dan Marlboro.

Vassilis menuturkan realisasi investasi untuk produk batang tembakau untuk IQOS menegaskan Indonesia sebagai negara penting sebagai tujuan investasi PMI. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk menarik investasi dan menjadi tujuan penciptaan nilai, baik secara domestik maupun internasional. 

“Indonesia merupakan tujuan investasi penting bagi kami dan kami memiliki tingkat kepercayaan tinggi terhadap negara ini ke depan,” tegasnya.

Produk Alternatif yang Lebih Baik

Kehadiran fasilitas produk batang tembakau IQOS, lanjut Vassilis, juga merupakan bentuk komitmen global PMI untuk menyediakan produk tembakau bebas asap sebagai alternatif produk yang lebih baik.

Vassilis menegaskan bahwa pilihan terbaik bagi orang dewasa ialah tidak merokok atau berhenti merokok. Namun, bagi jutaan perokok dewasa yang memutuskan untuk terus mengonsumsi produk tembakau, katanya, teknologi dan sains pada hari ini memungkinkan untuk pengembangan berbagai alternatif.

Seperti diketahui, untuk menghadirkan HEETS dan IQOS di pasaran, PMI melakukan riset mendalam selama beberapa tahun terakhir. PMI berkomitmen untuk menghadirkan produk tembakau alternatif yang lebih baik bagi konsumen dewasa.

Investasi riset dan teknologi itu menemukan bahwa dengan meniadakan pembakaran atau dengan pemanasan produk tembakau, maka zat-zat berbahaya dan zat berpotensi berbahaya menurun 90 persen sampai 95 persen dibandingkan dengan rokok konvensional.

IQOS disebut menghadirkan pengalaman yang serupa dengan rokok konvensional tetapi dengan dengan senyawa berbahaya dan berpotensi berbahaya yang jauh berkurang.

Secara global, IQOS menunjukkan tren pertumbuhan positif. Pada akhir kuartal III/2022, terdapat lebih dari 19,5 juta konsumen dewasa IQOS. Selain itu, produk tembakau bebas asap hasil riset dan pengembangan PMI telah tersedia di 70 pasar di seluruh dunia. 

Di Tanah Air, Sampoerna memasarkan IQOS secara terbatas atau berbasis komunitas platform yang ditujukan untuk mengukur ketertarikan konsumen Indonesia terhadap IQOS. Komunitas IQOS diklaim telah memiliki 65.000 anggota pada akhir 2021. Jumlah ini naik 100 persen lebih dibandingkan estimasi keanggotaan 30.000 orang per akhir 2020.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Media Digital
Editor : Media Digital

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

# Hot Topic

Rekomendasi Kami

Foto

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper