Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Dari KTT G20 Bali Hingga Prospek Kereta Cepat Jakarta - Surabaya

Kecerdasan Indonesia diperlukan dalam menerjemahkan apa yang harus dilakukan seusai perhelatan akbar G20.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 29 Oktober 2022  |  07:15 WIB
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Dari KTT G20 Bali Hingga Prospek Kereta Cepat Jakarta - Surabaya
Selain suksesnya penyelenggaraan KTT G20 di Bali, ada hal lebih berat yang harus diselesaikan Indonesia. - Dok/G20.org
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia harus bisa menyelesaikan hal berat di luar kelancaran penyelenggaraan dan hadirnya seluruh kepala negara anggota G20. Kuncinya terletak pada kecerdasan Indonesia dalam menerjemahkan apa yang harus dilakukan seusai perhelatan akbar tersebut.

Sementara itu, Pemerintah mulai berancang-ancang melanjutkan proyek kereta cepat Jakarta - Bandung hingga ke Surabaya, Jawa Timur. Proyek ini akan cukup menantang setelah rute yang direncanakan melalui jalur pantai selatan Jawa. 

Bersama berita tentang KTT G20 di Bali dan prospek proyek kereta cepat Jakarta – Surabaya, redaksi Bisnisindonesia.id menyajikan informasi lainnya secara analitis dan mendalam.

Berikut lima berita pilihan yang kami hadirkan dalam Top 5 News Bisnisindoneia.id edisi Sabtu, 29 Oktober 2022.

1. KTT G20 Bali, Ada Hal Berat yang Harus Dilakukan Indonesia

Persiapan KTT G20 di Bali terus bergulir dengan segala dinamikanya. Pertanyaan soal kehadiran pemimpin negara maju, seperti Presiden Joe Biden sedikit demi sedikit akhirnya menemukan titik terang. BahkanBiden berencana melakukan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping. Jika pertemuan urung terjadi di Bali, kedua pimpinan negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu masih berpeluang bertemu di Bangkok.

Jika keduanya jadi melakukan pertemuan di Bali, tentunya sejarah dicatat Indonesia, bukan Thailand. Namun, semua masih sangat tergantung pada situasi terakhir menjelang KTT. 

Hal yang sama juga berlaku dengan kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dan kemungkinan dia dipertemukan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang diundang untuk hadir di Bali.

2. Syarat Mutlak Garuda agar Suspensi Saham Dibuka BEI

BEI akan membuka suspensi GIAA apabila perseroan telah menerbitkan sukuk dengan skema baru. Awal mula Bursa menggembok saham GIAA adalah lantaran perseroan gagal melakukan pembayaran sukuk global pada Juni 2021.

GIAA berencana menerbitkan sukuk baru setelah adanya putusan pengesahan perjanjian perdamaian berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Perjanjian perdamaian atau homologasi baru saja disahkan oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat No 425/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN. Niaga.Jkt.Pst tanggal 27 Juni 2022 sebagaimana dikuatkan oleh Mahkamah Agung (MA) dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1454 K/Pdt.Sus-Pailit/2022 yang diputus pada 26 September 2022.

Apabila GIAA telah menerbitkan Sukuk dengan skema baru dan telah memenuhi seluruh kewajiban, Bursa dapat mempertimbangkan pembukaan suspensi saham Perseroan.

3. Performa & Pergerakan TLKM di Aksi Merger Telkomsel – Indihome

Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.-tlt.co.id

Performa laba emiten telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menurun akibat kerugian yang belum direalisasikan dari perubahan nilai wajar atas investasi pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO).

Jumlah kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada emiten teknologi dengan kode saham GOTO pada 30 September 2022 sebesar Rp3,06 triliun.

TLKM mencatatkan penurunan laba bersih menjadi Rp16,5 triliun. Catatan tersebut turun sebesar 12,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp18,8 triliun. Adapun hingga kuartal III/2022, TLKM mencatatkan penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain sebesar Rp107,5 triliun, dengan arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi sebesar Rp50,86 triliun.

Meski begitu, performa tersebut tidak menghalangi langkah TLKM untuk melangkah dalam aksi korporasi merger antara Indihome dan Telkomsel. Sebelumnya, manajemen TLKM menyampaikan bahwa mereka akan merampungkan merger Indihome dan Telkomsel pada akhir 2022 atau pada awal 2023.

4. Mengurai Polemik Harga Gas Murah untuk Industri

Komitmen pemerintah menjaga harga jual gas di dalam negeri masih dalam batas kewajaran diharapkan bisa menjadi jalan tengah untuk mengurai polemik 'gas murah' industri.

Selama ini, kebijakan harga gas khusus untuk industri tertentu yang diberikan pemerintah dinilai mampu meningkatkan utilitas produksi industri penerima manfaat kebijakan itu sehingga ikut menyumbang capaian pertumbuhan industri nasional.

Di sisi lain, stimulus untuk kelompok industri tertentu itu dinilai menguras pendapatan negara karena pemerintah terpaksa merelakan penerimaan negara dari sektor hulu migas.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan penerimaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari hasil jual gas bumi untuk industri domestik bakal tetap terjaga kendati harga jual gas dipatok US$6 per MMBtu.

Harapannya, kepastian itu tidak akan menurunkan minat KKKS untuk meningkatkan investasi, serta kapasitas produksi gas bumi mereka di Indonesia.

 5. Prospek Proyek Kereta Cepat Jakarta – Surabaya

Pemerintah mulai berancang-ancang melanjutkan proyek kereta cepat Jakarta - Bandung hingga ke Surabaya, Jawa Timur. Proyek ini akan cukup menantang setelah rute yang direncanakan melalui jalur pantai selatan Jawa. 

Kementerian Perhubungan masih merancang pengembangan jalur kereta cepat hingga ke Jawa Timur tersebut. Perkiraan awal, jalur kereta cepat dari Jakarta, Bandung, berlanjut melalui ke Kertajati Majalengka, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, sampai dengan Surabaya.

Kementerian menghitung perjalanan berjarak sekitar 782 kilometer itu akan ditempuh dengan durasi sekitar 4 jam. Dengan waktu tempuh sesingkat itu, Budi Karya meyakini moda transportasi lain, seperti angkutan udara bakal ketar-ketir. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Top 5 News Bisnisindonesia.id g20 Garuda Indonesia telkom gas alam Kereta Cepat
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top