Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Krisis Cip, Ini Segmen Ponsel Yang Berpotensi Paling Terdampak

Krisis cip memengaruhi pasar ponsel segmen tertentu karena mesti kerap mengganti varian cip sesuai tuntutan kompetisi pasar.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 26 Oktober 2022  |  21:51 WIB
Krisis Cip, Ini Segmen Ponsel Yang Berpotensi Paling Terdampak
Karyawan menggunakan ponsel di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Industri ponsel di segmen midrange (US$200-400) dan low end (US$100-200) diperkirakan bakal menjadi yang paling terdampak jika kondisi kelangkaan semikonduktor terus berlanjut.

Menurut pengamat industri ponsel dari komunitas Gadtorade, Lucky Sebastian, dampaknya signifikan karena segmen-segmen tersebut mesti kerap mengganti varian cip karena tuntutan kompetisi pasar.

"Apabila pasokan cip terganggu. Segmen yang sangat terdampak adalah midrange dan low end. Padahal, pasarnya besar," kata Lucky kepada Bisnis, Rabu (27/10/2022).

Wajib berkompetisi, jelas Lucky, produsen ponsel di kedua segmen cenderung melakukan inovasi produk sesering mungkin dengan harga yang kompetitif.

Perkiraan ini sejalan dengan kinerja industri ponsel Tanah Air yang memang mengalami tren negatif. "Menurut data Counterpoint, penjualan ponsel di Indonesia turun 11 persen yoy pada kuartal II/2022," jelasnya.

Dia menambahkan, tren negatif tersebut juga berpotensi berlanjut sampai dengan akhir tahun seiring dengan meningkatnya tensi dagang 2 negara digdaya, yakni China dan produsen raksasa semikonduktor, Amerika Serikat.

Sebagaimana diketahui, Pemerintahan Presiden Joe Biden telah melarang ekspor semikonduktor ke China dalam lanjutan drama perang dagang antara kedua negara raksasa ekonomi tersebut.

Tidak hanya larangan ekspor cip ke Negeri Tirai Bambu, AS juga sedang mengupayakan subsidi untuk industri dalam negeri senilai US$52 miliar sebagai upaya untuk melakukan domestifikasi bisnis semikonduktor.

Kendati demikian, faktor utama penurunan penjualan yang dialami industri ponsel Indonesia belum dipastikan karena krisis cip. Ada faktor lain seperti penurunan permintaan setelah masyarakat meninggalkan kultur work from home (WFH).

"Penurunan dialami sejak kuartal II/2022 penjualan industri ponsel di Indonesia mengalami penurunan. Ditambah, brand-brand mulai menahan diri mengeluarkan produk baru pada momen akhir tahun," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri cip ponsel hp
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top