Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Luhut Siapkan Skenario Terburuk Jika Sampai Terjadi Perang Nuklir

Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap bahaya jika perang Rusia vs Ukraina beralih jadi perang nuklir.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 12 Oktober 2022  |  13:15 WIB
Luhut Siapkan Skenario Terburuk Jika Sampai Terjadi Perang Nuklir
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono (kiri) berjabat tangan dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (kanan) saat menghadiri Gerakan Nasional Laut Bersih di Mako Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (7/9/2022). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah menghitung skenario terburuk jika perang Rusia vs Ukraina berubah jadi perang nuklir. 

Dia menyampaikan bahwa pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ketidakpastian global yang tinggi. Ketidakpastian yang tinggi akibat masih terus belangsungnya perang Rusia vs Ukraina ditambah dengan adanya ancaman perang nuklir.

“Jika sampa ada nuclear war [perang nuklir] itu juga sudah sangat berbahaya karena kalau sudah terdesak, bukan tidak mungkin apa saja dilakukan, jadi kita semua sekarang menghitung skenario-skenario yang terburuk yang mungkin terjadi,” katanya di acara Investor Daily Summit, Rabu (12/11/2022).

Luhut mengatakan, Indonesia saat ini berada dalam posisi yang beruntung dengan kondisi ekonomi yang sangat baik.

“Kita beruntung, sekali lagi, ekonomi kita pada posisi yang sangat baik. Tapi, semua bisa terjadi kalau kita juga tidak hati-hati,” tuturnya.

Luhut menambahkan, Indonesia dari sisi keuangan juga masih sangat baik. Saat ini, imbuhnya sudah ada 28 negara yang mengantre untuk meminjam uang ke Dana Moneter Internasional (IMF).

“Kita jauh dari itu, kita mungkin salah satu negara yang terbaik pada hari ini, tapi sekali lagi, kita tidak boleh jumawa, karena apa saja dalam 6 bulan ini bisa terjadi,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, negara-negara Kelompok Tujuh (G7) berkomitmen untuk mendukung Ukraina selama diperlukan, dan setiap penggunaan senjata nuklir oleh Rusia akan menghadapi konsekuensi yang berat. Hal itu merupakan kesepakatan para pemimpin negara yang tergabung dalam G7 pada Selasa (11/10/2022).

"Kami akan terus memberikan dukungan keuangan, kemanusiaan, militer, diplomatik dan hukum dan akan berdiri teguh dengan Ukraina selama diperlukan," kata pernyataan bersama itu dilansir Channel News Asia, Rabu (12/10/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan Perang Rusia Ukraina nuklir
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top