Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gubernur BI: Modal Asing Keluar Indonesia US$600 Juta hingga 20 September

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan modal asing keluar dalam bentuk investasi portofolio senilai US$600 juta hingga 20 September 2022.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 23 September 2022  |  10:10 WIB
Gubernur BI: Modal Asing Keluar Indonesia US$600 Juta hingga 20 September
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan dalam konferensi pers triwulanan KSSK di Jakarta, Senin (1/8 - 2022). Dok: Youtube Kemenkeu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih atau net outflow di pasar keuangan Indonesia sebesar US$600 juta.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan modal asing keluar dalam bentuk investasi portofolio 20 September 2022. Tekanan dari sisi arus modal asing, terutama dalam bentuk investasi portofolio, masih terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

"Investasi portofolio mencatat net outflow sebesar US$600 juta hingga 20 September 2022," ungkapnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (22/9/2022).

Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Agustus 2022 tercatat sebesar US$132,2 miliar, setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Lebih lanjut, Perry mengatakan stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Nilai tukar rupiah per 21 September 2022 terdepresiasi 1,03 persen (ptp) dibandingkan dengan akhir Agustus 2022.

Perkembangan nilai tukar yang tetap terjaga tersebut ditopang oleh pasokan valas domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, serta langkah-langkah stabilisasi Bank Indonesia.

"Nilai tukar Rupiah sampai dengan 21 September 2022 terdepresiasi 4,97 persen [ytd] dibandingkan dengan level akhir 2021," imbuhnya.

Perry menilai pergerakan nilai tukar Garuda relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti India 7,05 persen, Malaysia 8,51 persen, dan Thailand 10,07 persen.

"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia modal asing perry warjiyo
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top