Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak Daftar dan Karakteristik Negara Berkembang di Dunia

Negara berkembang adalah istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan suatu negara dengan kesejahteraan material tingkat rendah.
Hana Fathina
Hana Fathina - Bisnis.com 22 September 2022  |  21:14 WIB
Simak Daftar dan Karakteristik Negara Berkembang di Dunia
Negara berkembang
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Apakah kamu mengetahui karakteristik negara berkembang? Dilansir dari situs World Trade Organization (WTO), tidak ada definisi tentang negara maju dan berkembang. Negara berkembang merupakan istilah yang digunakan untuk mengelompokkan kesejahteraan atau perekonomian negara-negara di dunia.

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) adalah satu-satunya organisasi internasional global yang berurusan dengan aturan perdagangan antar negara. Tujuannya adalah untuk membantu produsen barang dan jasa, eksportir dan importir menjalankan bisnis mereka.

Sekitar dua pertiga dari 164 negara anggota WTO adalah negara-negara berkembang. Mereka memainkan peran penting dan aktif dalam WTO. Bahkan mereka menjadi lebih penting dalam ekonomi global yang memandang perdagangan sebagai alat vital dalam upaya pembangunan. 

Berikut ini beberapa karakteristik negara berkembang yang sudah dilansir dari berbagai sumber:

1. Impor lebih besar dibandingkan ekspor

Impor tersebut dilakukan saat negara berkembang mengalami keterbatasan teknologi dan keahlian sehingga membutuhkan barang yang dibawa dari negara lain demi memenuhi kebutuhan. Dengan adanya impor, berarti negara harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Hal tersebut juga bisa berimbas pada kesejahteraan masyarakatnya. 

2. Tingginya angka kelahiran

Negara berkembang memiliki jumlah penduduk yang tinggi karena angka kelahirannya tinggi. Kurangnya sosialisasi keluarga berencana menjadi satu di antara sebab laju pertumbuhan penduduk yang tinggi di negara berkembang. Tingginya angka kelahiran juga didorong oleh pernikahan dini, rendahnya tingkat Pendidikan dan lain sebagainya. 

3. Penduduknya kurang disiplin

Penduduk di negara berkembang memiliki tingkat disiplin yang rendah. Di negara berkembang, disiplin belum menjadi budaya dan kebiasaan sehingga masih banyak ditemukan pelanggaran disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengubah mental masyarakat agar selalu disiplin diperlukan peran pemerintah terutama pimpinan negara yang tegas dalam menegakkan aturan. 

4. Tingkat Pendidikan yang rendah

Rendahnya tingkat Pendidikan sering kali sebanding dengan tingginya laju pertumbuhan penduduk. Maka tidak heran jika dua faktor itu mempengaruhi pendapatan perkapita dalam sebuah negara. Selain itu, rendahnya ekonomi negara berkembang mengakibatkan kurangnya fasilitas Pendidikan yang memadai. 

5. Tidak punya modal yang cukup

Negara berkembang sering menjadi incaran para investor asing untuk menanamkan modal. Sebagai negara berkembang, diperlukan dana yang besar untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur. Modal juga menjadi salah satu di antara factor bisa memicu pertumbuhan ekonomi yang menjadi tujuan sebuah negara. Untuk mendapatkan modal yang cukup, diperlukan andil para investor yang berinvestasi. 

Perbedaan negara berkembang dan negara maju

1. Tingkat Pendidikan dan keterampilan

Di negara maju, biasanya penduduknya memiliki tingkat Pendidikan dan keterampilan yang bisa dikatakan tinggi. Negara-negara maju juga akan menekankan pada penduduknya pada Pendidikan dan perkembangan keterampilan. Bukan hanya teori saja, penduduk negara maju juga akan berlomba-lomba menciptakan karya maupun teknologi tersebut. 

Di sisi lain, penduduk di negara berkembang masih kurang akan pengetahuan dan keterampilannya. Masih banyak juga masyarakat yang kurang berminat akan menciptakan karya maupun teknologi baru. Hal ini juga ditambah dengan negara yang tidak mampu menyediakan fasilitas dan bahkan lapangan pekerjaan yang layak. 

2. Pada bidang industri

Sebagian besar masyarakat negara maju bekerja di bidang industri, khususnya dalam bidang jasa atau ekspor ke negara lain. Hal ini rupanya juga bisa menentukan apakah negara tersebut masuk ke dalam maju atau berkembang. 

Meskipun memiliki perekonomian utama dalam sektor industri maupun jasa, bukan berarti negara maju tidak mengelola sektor lain misalnya pertanian. Justru SDA yang dimiliki akan dikelola dengan peralatan canggih secara maksimal. Salah satu negara maju yang memiliki teknologi pertanian sangat maju dan menerapkan ilmu modern di setiap bidangnya adalah Jepang. 

Berbeda halnya dengan negara maju, rasio jumlah ekspor negara berkembang biasanya lebih kecil dibanding jumlah impornya. Impor sendiri akan dilakukan suatu negara jika mereka memiliki keterbatasan teknologi dan keahlian. Sehingga mereka membutuhkan barang yang dibawa oleh negara lain untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka. 

3. Penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi

Negara maju umumnya akan mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih. Meskipun memiliki sarana dan prasarana yang canggih, namun semua itu akan percuma jika dioperasikan oleh orang-orang yang tidak memiliki pengalaman dan skill yang memadai. Karenanya,penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki peranan penting dalam perkembangan suatu negara. 

Di sisi lain, negara berkembang lebih mengandalkan sektor primer dalam perekonomiannya. Sektor primer disini adalah hasil olahan Sumber Daya Alam. Seperti diketahui, mayoritas penduduk negara berkembang rata-rata bermata pencaharian petani hingga nelayan yang memanfaatkan hasil alam. Selain itu, masih banyak masyarakat yang sangat kurang akan ilmu pengetahuan terobosan baru dan dunia teknologi canggih.

Itulah karakteristik dari negara berkembang serta perbedaannya dengan negara maju. Semoga bisa bermanfaat untuk anda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

negara negara berkembang sejarah
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top