Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Holding dan Subholding Terbentuk, Pakar: PLN Makin Mandiri dari IPP 

Ketergantungan PLN pada independent power producer (IPP) dinilai bakal makin berkurang setelah pembentukan holding dan subholding PLN.
PLN mengoperasikan Gardu Induk (GI) Wayame berkapasitas 2 x 30 Mega Volt Ampere (MVA). Istimewa/PLN
PLN mengoperasikan Gardu Induk (GI) Wayame berkapasitas 2 x 30 Mega Volt Ampere (MVA). Istimewa/PLN

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai ketergantungan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN pada independent power producer (IPP) bakal makin berkurang setelah pembentukan holding dan subholding PLN.

Mamit mengatakan PLN dapat fokus untuk mengelola aset pembangkit yang selama ini tidak terkonsolidasi dengan efektif.

“Sekarang aset pembangkit sudah terkonsolidasi, PLN akan bertanggungjawab untuk mencari kesempatan-kesempatan baru untuk memasok listrik,” kata Mamit saat dihubungi, Rabu (21/9/2022). 

Dengan demikian, dia mengatakan, PLN dapat makin menegaskan posisi mereka sebagai monopoli dari pasar listrik di tengah masyarakat. Dia berharap restrukturisasi dapat memberi efisiensi untuk penyediaan dan pasokan listrik ke depan agar tetap terjangkau bagi masyarakat. 

“Dengan adanya subholding ini akan menjadi peluang PLN untuk bisa mengambil ruang-ruang untuk pembangkitan baru,” ujarnya.

Untuk diketahui, pemerintah resmi membentuk Holding dan Subholding PLN pada Rabu (21/9/2022). Setelah resmi menjadi holding, PLN langsung membentuk 4 subholding.

Subholding PLN nantinya berkonsentrasi untuk mengkonsolidasikan aset pembangkit hingga pengembangan lini bisnis baru perusahaan setrum pelat merah ke depan. 

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pembentukan subholding PLN itu akan membuat proses bisnis menjadi efektif seiring dengan optimalisasasi yang dikonsolidasikan ke sejumlah anak usaha. 

“Dengan program holding subholding ini bisnis proses akan lebih efektif dan efisien, utilisasi aset lebih optimal,” kata Darmawan saat mengadakan konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (21/9/2022). 

PLN membentuk subholding generation company alias Genco yang terdiri dari PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power. Subholding ini nantinya akan berfokus pada pengembangan pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) sekaligus panas bumi. 

Selain itu, PLN juga turut membentuk subholding yang bakal berfokus pada pengelolaan aset energi primer induk perusahaan seperti batu bara yang saat ini masih terpencar di lima titik kawasan terpisah. 

“Pengelolaan energi primer kami konsolidasikan dalam Subholding Energi Primer Indonesia, pengadaan batu bara yang berserak di lima titik kami konsolidasikan di satu titik,” tuturnya.

Selain itu, PLN juga serius menjajaki peluang bisnis yang melampaui pakem kelistrikan atau Beyond kWh ke dalam Subholding PLN ICON Plus. Bisnis Beyond kWh yang bakal menjadi fokus dari anak usaha ini di antaranya internet, marketplace, EV charging,  battery  charging hingga rooftop. 

“Struktur organisasi yang tadinya statis, menjadi dinamis. PLN menjelma menjadi energi yang berbasis teknologi, inovasi dan berorientasi pada masa depan,” ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper