Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data 5 Negara Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia Per Juli 2022, Ada China?

Utang Luar Negeri Indonesia lebih besar ke Singapura dan Amerika Serikat dibandingkan ke China.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 20 September 2022  |  21:17 WIB
Data 5 Negara Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia Per Juli 2022, Ada China?
Karyawati menghitung uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Jakarta, Selasa (16/8/2022). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2022 tercatat sebesar US$400,4 miliar.

Jumlah tersebut turun dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$403,6 miliar, juga turun 4,1 persen dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu.

Jika dirincikan, ULN Pemerintah pada Juli 2022 tercatat sebesar US$185,6 miliar. Jumlah ini turun dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$187,3 miliar. Dibandingkan Juli 2022, ULN  Pemerintah ini terkontraksi sebesar 9,9 persen.

Sejalan dengan itu, posisi ULN swasta pada Juli 2022 tercatat sebesar US$206,3 miliar, turun dari posisi bulan sebelumnya sebesar US$207,7 miliar. Dibandingkan dengan Juli 2021, ULN swasta juga terkontraksi sebesar 1,2 persen.

Berdasarkan data statistik ULN Indonesia Bank Indonesia (BI), negara pemberi pinjaman terbesar pada Juli 2022 masih dari Singapura, yaitu mencapai US$60,07 miliar. Posisi ini turun tipis dari bulan sebelumnya yang sebesar US$60,09 miliar.

Negara kedua pemberi pinjaman terbesar untuk Indonesia yaitu Amerika Serikat, dengan posisi pinjaman mencapai US$33,52 miliar, turun dari juni 2022 yang sebesar US$33,52 miliar.

Lebih lanjut, negara pemberi pinjaman terbesar ketiga yaitu Jepang, dengan posisi sebesar US$25,48 miliar pada Juli 2022, naik dari bulan sebelumnya sebesar US$24,94 miliar.

Keempat, yaitu China dengan pinjaman sebesar US$20,83 miliar, meningkat tipis dibandingkan dengan posisi pada Juni 2022 yang mencapai US$20,82 miliar.

Kelima, yaitu Hongkong dengan pinjaman sebesar US$17,63 miliar, turun dari bulan sebelumnya yang sebesar US$17,72 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menyampaikan bahwa ULN Indonesia pada Juli 2022 tetap terkendali, terutama tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang terjaga pada kisaran 30,7 persen.

Rasio tersebut turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 31,8 persen.

“Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 86,8 persen dari total ULN,” kata dia.

Erwin menambahkan, dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. 

"Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china utang luar negeri
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top