Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Suharso Monoarfa: Tingginya Inflasi Hambat Investasi Pencapaian SDGs

Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan tingginya inflasi menghambat investasi pencapaian SDGs. Kok bisa?
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 08 September 2022  |  14:42 WIB
Suharso Monoarfa: Tingginya Inflasi Hambat Investasi Pencapaian SDGs
Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa berjalan menuju presidensial lounge di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/6/2022). ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
Bagikan

Bisnis.com, BELITUNG — Kenaikan laju inflasi secara global pada tahun ini akan menjadi kendala dalam penyaluran investasi untuk mencapai tujuan-tujuan Sustainable Development Goals atau SDGs.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perencanaan dan Pembangunan (PPN)/Bappenas Suharso Monoarfa dalam pembukaan Sidang G20 Development Ministry Meeting pada Rabu (8/9/2022) di Tanjung Binga, Belitung.

"Suharso menjelaskan bahwa konflik geopolitik yang ada menjadi penghambat pemulihan ekonomi global. Melonjaknya inflasi menjadi efek rambatan dari terganggunya pasokan komoditas dan naiknya harga-harga, baik terhadap negara maju maupun berkembang," katanya. 

Dia menyoroti bahwa tingginya inflasi itu akan menghambat berbagai rencana pembangunan global, terutama terkait SDGs. Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan inflasi negara maju naik 6 persen, sedangkan negara berkembang mencapai 9 persen sehingga kondisinya akan lebih berat.

Menurutnya, hal-hal tersebut memiliki dampak pada progres pembangunan di negara berkembang, misalnya meroketnya harga pangan dan energi.

"Tingginya inflasi juga akan mempersulit kita untuk menyalurkan lebih banyak investasi demi pencapaian SDGs," ujar Suharso.

Menurutnya, forum seperti G20 Development Working Group menjadi tempat penting bagi negara-negara dalam berkoordinasi dalam menangani permasahan global. Kelompok itu sendiri terbentuk setelah adanya krisis finansial, sehingga perannya penting ketika terjadi masalah global.

"Forum yang kita visikan dapat menyatukan ekonomi-ekonomi terbesar dunia untuk bersama-sama menutup kesenjangan pembangunan dan membantu negara berkembang," ujar Suharso.

G20 Development Ministry Meeting di Belitung berlangsung setelah adanya rangkaian acara dalam beberapa hari sebelumnya. Sidang itu membahas berbagai isu yang sudah dikaji masing-masing negara selama satu tahun ke belakang.

Terdapat empat deliverables yang dibahas dalam sidang tersebut, yakni:

  • The G20 Roadmap for Stronger Recovery and Resilience in Developing Countries, Least Developed Countries, and Small Island Developing States
  • The G20 Principles to Scale-Up Blended Finance in Developing Countries
  • The G20 Ministerial Vision Statement: Multilateralism for SDGs Decade of Action
  • 2022 G20 Bali Update. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi SDGs Suharso Monoarfa g20
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top