Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Selepas Kenaikkan Harga, Erick Thohir Pastikan Stok BBM Pertamina Aman

Stok BBM jenis Pertalite berada pada level 17 hari, Pertamax 49 hari dan Pertamax Turbo pada level 99 hari. Sedangkan stok Solar berada pada level 18 hari.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 07 September 2022  |  18:55 WIB
Selepas Kenaikkan Harga, Erick Thohir Pastikan Stok BBM Pertamina Aman
Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis subsidi dan Pertamax selepas kenaikan harga akhir pekan lalu relatif aman.

Hal itu disampaikan Erick saat meninjau fasilitas Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC) untuk melihat kesiapan dan kesiagaan Pertamina dalam menyalurkan energi hingga ke tengah masyarakat.

“Sekarang saya mengecek langsung untuk memastikan kuota [stok] dalam kondisi aman, serta distribusi aman dan tidak bocor, efisien dan efektif,” kata Erick saat meninjau PIEDCC di Gedung Graha Pertamina, Jakarta Pusat didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Rabu (7/9/2022).

Dari pantauan PIEDCC, untuk ketersediaan stok BBM jenis Pertalite berada pada level 17 hari, Pertamax pada level 49 hari dan Pertamax Turbo pada level 99 hari. Sedangkan untuk ketersediaan jenis Solar berada pada level 18 hari dan Pertamina Dex pada level 76 hari. Sementara itu, untuk ketersediaan BBM jenis Avtur berada pada level 31 hari.

Lewat PIEDCC, Erick mengatakan, Pertamina dapat melakukan efisiensi yang optimal berkaitan dengan sisi produksi hingga penjualan BBM. Dia mengatakan sistem itu dapat mendeteksi ketersediaan, distribusi hingga potensi kebocoran BBM secara langsung.

Command center ini dibuat Pertamina untuk mendeteksi hasil produksi. Kita bisa melihat hasil produksinya, prosesnya seperti apa, distribusinya baik lewat jalur laut maupun darat dan ada juga deteksi dini kalau sampai ada pengurangan stok hingga masuk ke pom bensin dan digunakan oleh masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Nicke menjelaskan, lewat PIEDCC bisa terpantau aliran mulai dari produksi hingga penyaluran BBM ke masyarakat. Bahkan sistem PEDCC bisa memantau langsung potensi kebocoran distribusi di lapangan.

“Ini upaya yang kita lakukan untuk mengurangi losses (kehilangan) baik dari kilang, masuk ke kapal, masuk ke mobil tangki dan masuk ke SPBU. Di SPBU semua tercatat misalnya dari dispenser nomor 5 produknya apa saja yang dikeluarkan. Jadi kalau ada selisih langsung kelihatan,” kata Nicke.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah menambah kuota Pertalite dan Solar sering dengan keputusan penyesuaian harga BBM bersubsidi pada akhir pekan lalu.

Suahasil mengatakan penambahan kuota Pertalite dan Solar dilakukan menyusul laju konsumsi masyarakat yang melampaui proyeksi awal tahun. Malahan, otoritas pengatur hilir minyak dan gas bumi mengatakan, kuota BBM bersubsidi itu bakal habis bulan depan.

“Setelah ada kenaikkan harga [BBM] kita estimasikan subsidi energi sekitar Rp650 triliun, itu sudah kita hitung menggunakan volume yang baru,” kata Suahasil dalam "Energy Corner", Senin (5/9/2022).

Artinya, kata Suahasil, kuota BBM jenis Pertalite saat ini sudah ditetapkan sebesar 29 juta kiloliter (KL) dari posisi awal tahun di angka 23 juta KL. Sementara itu, kuota solar belakangan dikerek menjadi 17,4 juta KL dari kuota yang disiapkan 15 juta KL.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM BBM bbm subsidi bbm bersubsidi subsidi bbm pertamina pt pertamina erick thohir
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top