Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kenaikan Harga Pertalite hingga Pertamax Berdampak Positif ke Pertamina

Pertamina bakal memiliki perencanaan keuangan yang lebih lancar untuk pengembangan proyek yang menjadi portofolio perseroan karena harga BBM naik.
Pemancangan Perdana RDMP RU VI Balongan fase I. / Pertamina
Pemancangan Perdana RDMP RU VI Balongan fase I. / Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) tengah mengintensifkan pengerjaan sejumlah kilang yang ditenggat rampung pada 2027 mendatang. Komitmen itu disampaikan menyusul keputusan pemerintah menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) di tengah masyarakat.

Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengatakan kebijakan penyesuaian harga BBM itu berdampak positif untuk perencanaan keuangan perusahaan minyak pelat merah ke depan. Terlebih, momentum harga minyak mentah dunia masih mengalami penguatan hingga pertengahan tahun ini.

“Kebijakan tersebut [penyesuaian harga] berdampak positif bagi keuangan Pertamina, khususnya dalam perencanaan cash flow perusahaan.” kata Heppy saat dihubungi, Minggu (4/9/2022).

Dengan demikian, kata Heppy, Pertamina relatif bakal memiliki perencanaan keuangan yang lebih lancar untuk pengembangan proyek yang menjadi portofolio perseroan. Misalnya Pertamina mencatat 14 proyek kilang yang ditarget rampung hingga 2027. Adapun dana yang dibutuhkan mencapai US$40 miliar atau sekitar Rp569,44 triliun, kurs Rp14.236.

Proyek itu akan meningkatkan kapasitas produksi Pertamina dari kemampuan saat ini yang hanya 729.000 barel per hari menjadi 1,5 juta barel per hari. Selain itu, fleksibilitas dan kualitas pemurnian minyak mentah juga ditingkatkan untuk mengejar keekonomian produk.

“Pertamina akan terus mempercepat pembangunan dan revamping kilang, agar kilang-kilang minyak kita dapat lebih fleksibel dalam mengolah minyak mentah dari berbagai jenis,” kata dia.

Adapun, dalam portofolio bisnis kilang Pertamina, pengembangan proyek-proyek tersebut terbagi atas proyek pembangunan kilang baru, proyek peningkatan kualitas kilang, pembangunan kilang petrokimia, proyek kilang hijau, dan proyek growth engine.

Untuk proyek pembangunan kilang baru atau Grass Root Refinery (GRR) dilakukan di Kilang Tuban dengan estimasi produksi sebesar 300.000 barel per hari. Proyek itu direncanakan selesai pada 2026.

Sementara itu, untuk proyek peningkatan kualitas kilang atau refinery development master plan (RDMP) terdapat enam proyek, yakni RDMP Dumai, RDMP Plaju, RDMP Balongan, RDMP Cilacap, RDMP Balikpapan, dan revamp TPPI.

Pertamina juga tengah mengerjakan empat proyek kilang petrokimia, yakni Olefin TPPI, petroleum to pharmaceutical, petrochemical Jabar, dan New PP balongan.

Seperti diketahui, pemerintah menaikkan harga sejumlah jenis bahan bakar minyak (BBM) seperti Pertalite, Solar, hingga Pertamax kendati harga minyak mentah dunia belakangan terkontraksi cukup dalam dari level US$100 per barel.

Pemerintah menaikkan harga Pertalite dari posisi awal Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, diikuti Solar subsidi dari harga awal Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter. Adapun pemerintah turut mengerek harga Pertamax nonsubsidi dari angka Rp12.500 ke posisi Rp14.500 per liter.

Direktur Eksekutif Reforminer Komaidi Notonegoro menilai harga jual BBM milik Pertamina yang sudah mendekati harga keekonomian akan ikut mengerek naik investasi pada pengerjaan kilang ke depan. Di satu sisi, Pertamina memiliki tugas untuk dapat memproduksi BBM dengan harga kompetitif lewat pemurnian lewat mentah di dalam negeri.

“Kalau harga BBM bagus ke depan otomatis kilangnya harusnya nambah ya, itu jadi insentif bagi teman-teman pengembang kilang,” kata Komaidi saat dihubungi, Minggu (4/9/2022).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper