Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPS Catat Deflasi 0,21 Persen di Agustus 2022, Sri Mulyani: Sudah Kami Perkirakan

Menteri Keuangan Sri Mulyani buka suara soal data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat deflasi 0,21 persen per Agustus 2022.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 01 September 2022  |  14:16 WIB
BPS Catat Deflasi 0,21 Persen di Agustus 2022, Sri Mulyani: Sudah Kami Perkirakan
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Rabu (31/8/2022). - Bisnis/Wibi Pangestu Pratama
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa secara bulanan terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2022, dimana Indonesia mengalami deflasi 0,21 persen (month-to-month/mtm).  Adapun, ini merupakan deflasi terdalam sejak September 2019 yang kala itu tercatat mengalami deflasi 0,27 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan capaian tersebut sudah sesuai dengan perkiraan pemerintah. Pasalnya, inflasi yang naik pada bulan sebelumnya dikontribusikan oleh faktor makanan atau volatile food

"Deflasi yang disampaikan BPS kan utamanya kontribusinya adalah dari volatile food, yang kemarin meningkat sampai di atas 11 [11,47 persen] dan sekarang sudah turun ke 8 persen kontribusinya," kata Sri Mulyani kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (1/9/2022).

Dia menuturkan faktor pangan kini menjadi fokus pemerintah dalam hal ini tim pengendalian inflasi di pusat dan daerah, terutama komoditas cabai dan lainnya yang menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi pangan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan arahan kepada seluruh kepala daerah, serta Menteri-menteri Pertanian dan Perdagangan untuk melihat keseluruhan faktor-faktor penyumbang inflasi.

Selain itu, lanjut Sri Mulyani, Jokowi juga meminta agar menteri-menteri menggunakan instrumen-instrumen anggaran yang ada, termasuk transfer ke daerah.

"Jadi, dalam hal ini, pemda yang mendapatkan dana transfer dari pemerintah pusat dalam bentuk dana yang tidak terduga, itu diminta untuk bisa secara fleksibel untuk bisa menyumbang, meredam pressure-pressure harga. Jadi, saya rasa ini bagus. Kita berharap ini bisa terjaga," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPS deflasi sri mulyani
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top