Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Erick Thohir Jamin Harga Tiket Pesawat Segera Turun, Ini Jurusnya

Menteri BUMN Erick Thohir telah melakukan sejumlah langkah untuk menstabilkan harga tiket pesawat.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 31 Agustus 2022  |  16:35 WIB
Erick Thohir Jamin Harga Tiket Pesawat Segera Turun, Ini Jurusnya
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/6 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian BUMN memastikan maskapai penerbangan di bawah naungannya akan menjadi sarana penyedia transportasi udara dengan harga murah dan terjangkau untuk masyarakat.

Menteri BUMN Erick Thohir dalam hal ini telah melakukan sejumlah langkah untuk menstabilkan harga tiket pesawat. Beberapa di antaranya yaitu memberikan suntikan dana untuk maskapai Garuda Indonesia, menambah jumlah pesawat, dan menyesuaikan harga sewa.

"Kalau Garuda bisa lebih produktif lagi dalam jumlah pesawatnya sehingga pengurangan dari stabilitas harga tiket bisa diseimbangi," kata Erick dikutip dari siaran pers, Rabu (31/8/2022).

Erick telah mengalokasikan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun untuk menambah jumlah operasional pesawat kepada grup PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) yaitu Garuda dan Citilink dari 61 unit menjadi 120 unit.

Usai restrukturisasi dan lolos PKPU, anggaran PMN Rp7,5 triliun tersebut akan digunakan untuk menyewa pesawat baru tersebut yang telah disiapkan sejak 1,5 tahun lalu.

Penambahan volume penerbangan juga dinilai penting sehingga modal tersebut diyakini dapat membuat Garuda dapat bersaing dan mampu menstabilikan harga pesawat agar dapat terjangkau oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Erick menyadari adanya tiga faktor yang mengakibatkan harga tiket pesawat melonjak. Pertama terkait hagar avtur yang meroket.

"Kedua adalah daerah tujuan tertentu yang jumlah pesawatnya tidak maksimal. Lalu faktor terakhir adalah jumlah pesawat yang mau dibeli pun sulit. Hari ini Boeing dan Airbus kan mengurangi produksinya," ujar Erick.

Lebih lanjut, Erick meyakini Garuda Indonesia akan memanfaatkan momentum kebangkitan industri pesawat seiring pemulihan Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi di angka 5,44 persen saat ini. Untuk itu, ia meyakini perlu adanya keseimbangan untuk dapat memperbaiki harga tiket nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tiket pesawat erick thohir Garuda Indonesia citilink kementerian bumn
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top