Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Livin by Mandiri, BRImo hingga Peduli Lindungi Diklaim Sebagai Super Apps Terbaik di Dunia

Wamen BUMN menyebut aplikasi perusahaan pelat merah memiliki fitur yang jauh lebih lengkap dibandingkan yang dimiliki negara lain.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 30 Agustus 2022  |  16:30 WIB
Livin by Mandiri, BRImo hingga Peduli Lindungi Diklaim Sebagai Super Apps Terbaik di Dunia
Pengunjung memindai kode batang pada aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki Taman Burung Perak, Kota Tangerang, Banten, Jumat (5/11/2021). Pemerintah Kota Tangerang membuka kembali taman di masa PPKM level I dengan membatasi jumlah pengunjung sebanyak 25 persen dari kapasitas maksimum. ANTARA FOTO/Fauzan - YU
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut sejumlah aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan BUMN menjadi yang terbaik bertaraf internasional. Aplikasi-aplikasi milik BUMN tersebut bahkan tidak selengkap aplikasi yang dimiliki negara lain.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan kementerian terus mendorong transformasi di lingkungan BUMN.

Pria yang akrab disapa Tiko itu mengatakan segala sesuatu saat ini dilakukan melalui aplikasi seperti KAI Acces untuk membeli tiket kereta api dan My Pertamina, untuk menyaring siapa saja yang layak membeli bahan bakan subsidi dan lain sebagainya.

“Kemudian Livin dan BRImo, yang ini merupakan kebanggaan kita dan yang paling advance di dunia. Ada juga myTelkomsel, dan PeduliLindungi yang hampir dimiliki oleh semua orang dan menjadi satu-satunya tools yang mengawal pergerakan manusia. Ini adalah tools yang terbaik di dunia,” kata Tiko dalam acara Bisnis Indonesia Goes to Campus (BGTC) di Bandung, Selasa (30/8/2022).

Dia mengatakan saat dirinya pergi ke Jepang dan ke Amerika, masyarakat kedua negara tersebut kagum dengan aplikasi PeduliLindungi yang dikembangkan oleh PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) dan Kementerian Kesehatan.

Aplikasi ini dapat memberitahu kondisi seseorang, hitam jika sakit dan hijau berarti sehat, sehingga membantu dalam petugas dalam mencegah penyebaran virus.

“Ini sangat advance dan ini hasil dari revolusi digital dalam beberapa tahun terakhir dan ini Telkom yang mengerjakan,” kata Tiko.

Tiko menuturkan saat ini kementerian mendorong perusahaan-perusahaan BUMN untuk melakukan transformasi besar-besaran sehingga bisa menjadi perusahaan yang lebih maju dan menurunkan jumlah BUMN dari 108 menjadi 41.

Kementerian juga mendorong BUMN untuk melakukan transformasi bisnis model sehingga muncul holding ultra mikro, Electronic Vehicle battery dan lain sebagainya. Hal itu dilakukan Kementerian BUMN agar perusahaan BUMN dapat masuk kedalam perusahaan berkelas dunia.

“Perusahaan yang telah masuk [kelas dunia] di Fortune dan Forbes, saat ini adalah seperti BRI, Mandiri, BNI, Telkom dan Pertamina,” kata Tiko.

Tiko mengatakan dalam meningkatkan sumber daya manusia di BUMN, kementerian menambah rekrutmen dan direksi BUMN yang berusia semi milenial atau 42 tahun ke bawah.

Sebagai contoh, di BRI saat ini sudah ada 3 direktur yang berasal dari semi milenial, atau dibawah 40 tahun.

“Ini merupakan sebuah lompatan besar, biasanya untuk menjadi direktur berusia 50 tahun - 55 tahun, sekarang banyak direksi yang berumur 41 tahun termasuk Bank Raya pak Kaspar,” kata Tiko.

Tiko menyampaikan dalam bertransformasi, BUMN memiliki 5 agenda dan yang paling utama adalh terkait dengan teknologi. Perusahaan BUMN harus mengadopsi teknologi maju.

Perusahaan BUMN telah melakukan lompatan di manufaktur khususnya di Electronic Vehicle. Indonesia bisa melakukan lompatan di sektor tersebut karena Indonesia memiliki sumber nikel terbesar di dunia. Pemain utama melakukan downstream dari nikel, kemudian membuat baterai.

Indonesia, lanjutnya, saat ini juga menjadi salah satu negara dengan digitalisasi yang paling maju. Tiko menuturkan bahwa digitalisasi di Indonesia bisa dikomparasikan dengan digital di China dan Korea, serta dapat menarik talenta-talenta di universitas untuk masuk ke jalur yang lebih mengerucut di digital.

“Karena di dunia digital ini skill set-nya sudah makin spesifik seperti user experience, engineers yang melakukan analisis bahkan sampai ke keamanan siber,” kata Tiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Bisnis indonesia goes to campus (BGTC) telkom digital
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top