Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenperin Lakukan Uji Kemasan untuk Angkutan Barang Berbahaya

Menurut data Kemenperin, hingga Juli 2022 laboratorium uji kemasan telah melakukan pengujian kemasan barang berbahaya terhadap 13 sampel dari 6 perusahaan.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 27 Agustus 2022  |  16:28 WIB
Kemenperin Lakukan Uji Kemasan untuk Angkutan Barang Berbahaya
Ilustrasi barang berbahaya - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Kementerian Perhubungan (Kemenhub) guna menjamin pengangkutan barang berbahaya melalui pelabuhan di Tanah Air mengacu standar internasional.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi, mengatakan laboratorium uji kemasan Kemenperin akan mengeluarkan jaminan bagi Kemenhub untuk Sertifikat Otorisasi Tanda Nomor UN (UN Marking) Kemasan Barang Berbahaya.

"Kemenperin menjamin melalui Sertifikat Hasil Uji yang akan dipergunakan oleh Kemenhub untuk mengeluarkan Sertifikat Otorisasi Tanda Nomor UN [UN Marking] Kemasan Barang Berbahaya," ujar Doddy via siaran pers, Minggu (27/8/2022).

Menurut data Kemenperin, hingga Juli 2022 laboratorium uji kemasan telah melakukan pengujian kemasan barang berbahaya terhadap 13 sampel dari 6 perusahaan.

Pengujian yang dilakukan meliputi 6 parameter, yaitu top lift test, drop test, topple test, righting test, stacking test dan tear test. "Dengan kolaborasi ini, kami menargetkan jumlah pengujian akan meningkat," kata Doddy.

Dia menambahkan, perlunya pengujian kemasan pada laboratorium uji kemasan tidak lepas dari ekspor industri, khususnya, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, farmasi, produk obat kimia, serta obat tradisional.

Terakhir, nilai ekspor tahunan komoditas-komoditas tersebut tercatat cukup besar dengan total mencapai US$1,69 triliun.

Kelompok industri tersebut menempati urutan ketiga dan kedua puluh dari total sebanyak 23 kelompok industri nonmigas.

Jenis Industri tesebut menghasilkan produk-produk yang berpotensi masuk dalam kategori Barang Berbahaya di antara kelas-kelas barang berbahaya sesuai dengan International Maritime Dangerous Goods Code (IMDG).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kemasan kemasan plastik kemasan Limbah B3
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top