Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Induk TikTok Diam-Diam Luncurkan Mesin Pencari Baru di China

Anak perusahaan pemilik TikTok ByteDance, Beijing Infinite Dimension Technology meluncurkan aplikasi mesin pencari bernama Wukong.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 24 Agustus 2022  |  19:38 WIB
Induk TikTok Diam-Diam Luncurkan Mesin Pencari Baru di China
Logo aplikasi media sosial TikTok yang dikelola oleh ByteDance. - Bloomberg/Brent Lewin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - ByteDance, induk aplikasi populer TikTok, diam-diam meluncurkan mesin pencari atau search engine bernama Wukong. Perusahaan mengklaim mesin pencari ini menawarkan informasi berkualitas dan pencarian bebas iklan.

Dilansir dari South China Morning Post pada Rabu (24/8/2022), beberapa hari setelah Tencent Holdings menutup aplikasi mesin pencari Sogou pada Senin (8/8/2022), anak perusahaan ByteDance, Beijing Infinite Dimension Technology meluncurkan aplikasi pencarian Wukong bulan ini tanpa pemberitahuan.

Wukong, yang saat ini tersedia di AppStore dan PlayStore di China, menempatkan ByteDance dalam persaingan yang lebih ketat dengan mesin pencari dominan di China, Baidu. Ini dapat diartikan sebagai pukulan tidak langsung bagi Baidu, yang telah lama dikritik karena menempatkan daftar berbayar di hasil pencarian.

Beberapa hasil pencarian hanya menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam dua aplikasi. Sebagai contoh. Di Baidu, tiga hasil pencarian teratas untuk keyword "double eyelid," yang merupakan fitur yang diasosiasikan banyak orang Asia dengan kecantikan, semuanya merupakan iklan untuk klinik operasi plastik.

Di sisi lain, Wukong hanya menampilkan hasil pencarian berupa tips dan wawasan dari dokter.

Namun, mirip dengan Baidu, Wukong cenderung memprioritaskan produk-produk pemiliknya yang lain. Hal ini dikenal sebagai "preferensi diri" dan telah diteliti secara politis oleh raksasa teknologi luar negeri, tetapi masih umum di China.

Sebaliknya, hasil pencarian Baidu memberikan penempatan yang menonjol untuk Baidu Baike, glosariumnya sendiri, dan Wenku, situs berbagi dokumen. Quark, yang awalnya diluncurkan sebagai bagian dari UC Browser Alibaba, juga memasarkan dirinya sebagai platform tanpa iklan.

ByteDance bahkan memiliki mesin pencari sebelumnya bernama Toutiao Search, yang diluncurkan pada 2019.

Perusahaan yang berbeda menawarkan pendekatan mereka sendiri sambil menghindari menampilkan hasil pencarian yang sensitif. Pencarian untuk The New York Times memunculkan hasil untuk tabloid nasionalis Global Times, yang dijalankan oleh surat kabar Partai Komunis People's Daily.

Sementara, hasil teratas Baidu untuk pencarian yang sama menunjukkan entri di Baidu Baiku tentang surat kabar Amerika Serikat (AS).

Pada Selasa (23/8/2022), tiga item teratas yang diberi label "sticky" adalah artikel Kantor Berita Xinhua tentang bagaimana Presiden China Xi Jinping peduli dengan kehidupan masyarakat, artikel CCTV tentang membangun China menjadi pusat kekuatan industri dengan meningkatkan pelatihan kejuruan, dan laporan Harian Rakyat tentang penguatan kepemimpinan Partai Komunis dalam pekerjaan ekonomi.

Ini sebelumnya menjadi masalah bagi Bing, yang telah menangguhkan fitur pencarian otomatisnya setidaknya dua kali sejak Desember. Namun, meninggalkan pasar empat tahun kemudian, mengatakan itu ditargetkan oleh serangan cyber yang berasal dari China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mesin pencari ByteDance TikTok
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top