Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pupuk Indonesia: Program Makmur Tingkatkan Produktivitas Tebu

Program ini memberikan pendampingan intensif kepada petani mulai dari pemodalan, pengelolaan budidaya tanaman, digital farming hingga mekanisasi pertanian.
Wahyu Arifin
Wahyu Arifin - Bisnis.com 15 Agustus 2022  |  19:28 WIB
Pupuk Indonesia: Program Makmur Tingkatkan Produktivitas Tebu
Panen raya Program Makmur komoditas tebu bersama Pupuk Indonesia, Pupuk Kujang Cikampek dan ID FOOD - Dok. Pupuk Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – BUMN Industri Pupuk dan Pangan PT Pupuk Indonesia (Persero), melalui anak usahanya PT Pupuk Kujang Cikampek dan PT RNI (Persero) Holding Pangan ID FOOD melalui anak usahanya PT PG Rajawali II kembali berhasil meningkatkan produktivitas tanaman tebu. 

Peningkatan produktivitas tebu tersebut dilakukan melalui program Makmur di Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang Jawa Barat. Program Makmur diluncurkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Agustus 2021. 

Program ini memberikan pengawasan dan pendampingan intensif kepada petani. Mulai dari pengelolaan budidaya tanaman, digital farming, hingga mekanisasi pertanian. 

Selain itu, disiapkan juga akses permodalan, perlindungan risiko pertanian, serta adanya kepastian pembelian dengan harga kompetitif melalui offtaker. 

Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto menyebutkan, program Makmur berhasil meningkatkan produktivitas tanaman tebu dari 60 ton menjadi 104 ton per hektare atau mengalami peningkatan 73 persen. 

Nugroho berharap, keberhasilan panen tebu kali ini membuat petani tebu lainnya dapat bergabung dalam program Makmur sehingga bisa mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas tanamannya. 

“Melalui program Makmur, Pupuk Indonesia mendukung peningkatan produktivitas tanaman tebu dengan pengawalan budidaya tebu serta komitmen memastikan ketersediaan pupuk yang dibutuhkan,” ujar Nugroho saat mengikuti panen tebu bersama Pupuk Kujang Cikampek dan ID FOOD yang dihadiri oleh Asisten Deputi Pupuk Dan Pangan Kementerian BUMN, Zuryati Simbolon, Senin (15/8/2022). 

Meningkatnya produktivitas tebu, lanjut Nugroho, membuat keuntungan para petani tebu pun mengalami peningkatan 271 persen yaitu dari 7,06 juta per hektare menjadi Rp 26,2 juta per hektare. 

“Hal ini tidak lepas dari peran semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam ekosistem Makmur. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung program Makmur ini sehingga dapat berjalan baik,” tutur Nugroho. 

Lebih lanjut Nugroho menyebutkan, hingga Juli 2022 program Makmur telah terlaksana di atas lahan seluas 184.305 hektare atau 73 persen dari target 250 ribu hektare pada akhir tahun 2022, dengan jumlah petani binaan sebanyak 94.431 orang. 

Dari total lahan seluas 184.305 hektare ini, lahan varian tebu pada program Makmur sudah terimplementasi seluas 45.532 hektare atau 41 persen dari target yang ditetapkan yakni 110.000 hektare dengan melibatkan sebanyak 8.686 orang petani. 

Sementara sisanya untuk komoditas padi, jagung, kopi, kelapa sawit, hortikultura, dan sebagainya. 

Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD sekaligus Ketua PMO Program Makmur Frans Marganda Tambunan mengatakan BUMN Pangan dan Pupuk bersinergi untuk mendukung swasembada gula nasional. 

Dukungan tersebut dilakukan melalui pembinaan ekosistem pelaku usaha pertanian dengan perbaikan on farm dan off farm termasuk salah satunya adalah melalui program Makmur yang memberdayakan dan menjalin kemitraan dengan petani.  

“Pada hari ini, program Makmur yang dikelola ID FOOD melalui anak usaha PT PG Rajawali II juga telah menghasilkan produksi tebu sebesar 228 ribu ton di luasan lahan 3.156,45 hektare dan jumlah petani sebanyak 430 orang,” jelas Frans pada kesempatan panen tebu di wilayah Jawa Barat. 

Frans melanjutkan dari beberapa komoditas pangan melalui program Makmur, komoditas tebu menjadi prioritas guna menggenjot kontribusi gula nasional untuk menciptakan ekosistem pangan yang kuat dan mengatasi krisis pangan. 

Direktur Utama Pupuk Kujang Cikampek, Maryadi, mengatakan perseroannya juga sedang memperkuat ekosistem petani tebu di Jawa Barat melalui program Makmur. Ia berharap melalui program ini petani tebu ditargetkan bisa meningkatkan keuntungan dan lebih sejahtera. 

Demi menyokong rencana tersebut, Pupuk Kujang membuat pupuk NPK khusus tebu untuk memudahkan petani. Maryadi menuturkan NPK Tebu Pupuk Kujang memiliki formula 21-9-15+S+Zn. 

"NPK tebu Kujang memiliki kandungan nitrogen (21) fosfor (9) dan kalium (15). Di NPK tersebut, kami juga menambahkan sulfur (S) dan seng (Zn)," ujar Maryadi. 

Formula pupuk tebu tersebut, kata Maryadi, dibuat berdasarkan hasil riset. Melalui penambahan sulfur dan seng, tambahnya, tebu bisa tumbuh lebih maksimal, berbatang jangkung hingga rendemen gula menjadi lebih banyak.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pupuk Indonesia bumn holding pangan tebu swasembada gula
Editor : Puput Ady Sukarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top