Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Besar Ramai Akuisisi Pembangkit Mikro Hidro, Ini Alasannya

Kementerian ESDM melaporkan adanya peningkataninvestasi pada sektor pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dalam beberapa waktu terakhir.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  16:21 WIB
Perusahaan Besar Ramai Akuisisi Pembangkit Mikro Hidro, Ini Alasannya
Pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) / Dok. Kementerian ESDM
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan terjadi investasi yang cukup pesat pada sektor pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dalam beberapa waktu terakhir.

Kementerian ESDM mencatat sebagian besar perusahaan kakap di Indonesia mulai memperlebar portofolio mereka pada pembangkit listrik bersih skala kecil tersebut di sejumlah daerah.

Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bidang Percepatan Pengembangan Industri Sektor ESDM Agus Tjahajana Wirakusumah menerangkan manuver sejumlah perusahaan besar itu disebabkan karena harga pengembangan dan keberlanjutan listrik mikrohidro relatif lebih kompetitif dibandingkan dengan jenis pembangkit energi bersih lainnya.

“Sekali pembangkit mikrohidro jalan, itu ongkosnya sangat reasonable itulah yang membuat akhirnya cost-nya jadi murah,” kata Agus saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Selain itu, dia mengatakan perawatan turbin untuk PLTMH relatif dilakukan dengan rentang waktu yang lama yaitu mencapai enam tahun. Kondisi ini membuat ongkos produksi dapat ditekan. Sementara itu, pembangkit jenis lainnya cenderung membutuhkan biaya perawatan yang cukup besar berdasarkan pada jenis EBT yang digunakan.

“Kalau turbin itu enam tahun sekali baru diperbaiki kalau maintenance yang lainnya segitu-gitu saja, coba bandingkan dengan PLTU kan temperaturnya tinggi,” ujarnya.

Hanya saja, dia mengakui, investasi awal untuk pembangunan PLTMH masih terbilang tinggi atau setara dengan pembangkit lainnya. Dia berharap dengan banyaknya investor yang mulai melirik peluang bisnis EBT pada PLTMH dapat menekan biaya investasi pembangkit ekonomis tersebut.

“Yang penting bahwa mikrohidro itu mahal di depan, lalu yang paling penting menjaga lingkungan,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah perusahaan besar mulai sibuk melakukan akuisisi pada perusahaan di bidang PLTMH. Beberapa emiten yang sudah menunjukkan minat mereka lewat keterbukaan informasi di antaranya PT Kencana Energi Lestari Tbk. (KEEN), Bakrie Brothers (BNBR) hingga PT Hadji Kalla atau Kalla Group.

Teranyar, KEEN mengakuisisi saham PT Modern Kencana Makmur (MKM) dan PT Modal Khas Indonesia (MKI) di PT Sumatera Energi Lestari (SEL).

Corporate Secretary Kencana Energi Lestari Dian Rachmandani mengatakan, Modern Kencana Makmur memiliki kepemilikan saham di PT SEL sebesar 41 persen.

"Perseroan melakukan pembelian saham PT MKM sebesar 90 persen atau 1.890 saham, setara dengan Rp47,18 juta. Tujuan transaksi adalah untuk perolehan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Ordihulu," ujar Dian dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/1/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mikrohidro pltmh pembangkit listrik energi baru terbarukan ebt
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top