Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Siasat Indonesia Substitusi Bahan Impor dari Malaysia

Pemerintah memfasilitasi pelaku industri manufaktur untuk substitusi bahan impor dari Malaysia.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 27 Juli 2022  |  18:46 WIB
Ini Siasat Indonesia Substitusi Bahan Impor dari Malaysia
Malaysia - Pegipegi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memfasilitasi pelaku industri manufaktur dengan membentuk layanan Produsen Bahan Acuan (PBA) sebagai jurus menggantikan bahan-bahan impor dari Malaysia.

Pemerintah, kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi, mengembangkan PBA CV-50 dan PBA CV-60 sebagai substitusi PBA impor dari Negeri Harimau Malaya.

"PBA ini digunakan untuk verifikasi plastimeter dan mooney viscometer, yaitu alat yang digunakan dalam pengujian mutu Standard Indonesia Rubber (SIR) sesuai SNI 1903:2017," jelas Doddy dalam siaran pers, Rabu (27/7/2022).

Dengan kata lain, sambungnya, Produsen Bahan Acuan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendukung program peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Selain itu, layanan tersebut berfungsi menjaga konsistensi industri manufaktur sebagai penyumbang terbesar terhadap produk nasional bruto (PDB) sejak 2010.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri mencatatkan PDB senilai Rp2.946,9 triliun pada 2021. Meningkat dari 2020 dengan nilai Rp2.760,43 Triliun.

Sebagai informasi, pemerintah juga membuat 3 layanan lain berbarengan dengan PBA, meliputi Lembaga Validasi dan Verifikasi Gas Rumah Kaca (LVV GRK), Audit Teknologi, dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor manufaktur industri manufaktur malaysia kemenperin
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top