Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Air Asia Siap Hadapi Happy Problem Usai Covid-19, Apa Itu?

AirAsia Indonesia menyebut industri penerbangan harus bersiap diri menghadapi Happy Problem usai pandemi Covid-19.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  01:09 WIB
Air Asia Siap Hadapi Happy Problem Usai Covid-19, Apa Itu?
Armada AirAsia parkir di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) di Sepang, Malaysia, Senin (24/8/2020). - Bloomberg/Samsul Said
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – AirAsia Indonesia mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan setelah pandemi Covid-19 yang disebut sebagai "Happy Problem".

Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Y. Sinaga menjelaskan setelah pandemi, banyak masyarakat yang memulai kembali perjalanan. Hal tersebut menjadi sinyal positif bagi industri penerbangan. Di sisi lain, belum semua maskapai penerbangan memulai dengan jumlah penerbangan secara penuh.

Belum lagi melonjaknya harga avtur yang turut menyebkan sentimen negatif dari masyarakat karena menyebabkan naiknya harga tiket pesawat. Soal naiknya tarif tiket pesawat, Vera mengaku tidak bisa berbuat banyak karena merupakan hal yang berada di luar kontrol maskapai.

Dia pun berharap situasi ekonomi global yang bergejolak tidak berkepanjangan. Kendati demikian, ia meyakini kondisi tersebut tak mengurangi kepercayaan diri maskapai untuk terbang dengan lebih tinggi.

"Kami sudah survive Covid-19 selama 2 tahun. Setelah itu kami bisa manage and overcome many challenges. Maskapai setelah periode Covid-19 adalah happy problem untuk kembali terbang dengan sukses," ujarnya, Senin (25/7/2022).

Tantangan yang menurutnya bakal dihadapi oleh perseroan kedepannya adalah bagaimana mengembalikan dan merealisasikan rencana pemulihan secepatnya. Kemudian menambahkan kapasitas jumlah pesawat dan jumlah kru kabin.

Selanjutnya untuk memilih dengan cermat rute yang menarik dan dapat direalisasikan terlebih dahulu.

"Harus jelas kriteria kita memilih rute supaya efektif dan efisien. Karena Indonesia ini luas dan semuanya merupakan peluang. Hingga mendorong orang kembali orang mau terbang lagi," jelasnya

Strategi yang akan dilakukan oleh AirAsia pada tahun ini adalah meningkatkan pemilihan rute. Kemudian meningkatkan frekuensi dan timing yang tepat di rute-rute tersebut.Terakhir dengan meningkatkan efisiensi yang telah menjadi DNA maskapai Low Cost Carrier atau LCC.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid mengatakan kebijakan relaksasi aturan perjalanan yang diberikan oleh pemerintah seperti pembebasan persyaratan dari tes PCR dan khususnya antigen apabila telah divaksinasi dosis kedua hingga booster akan memudahkan masyarakat untuk melakukan penerbangan domestik.

Bagi penerbangan internasional, kebijakan pembebasan karantina juga telah diterapkan apabila sudah divaksin booster, meski harus tetap tes PCR pada saat jalur masuk (entry).

Sejumlah pagelaran internasional seperti Presidensi G20 diharapkan bisa terus mendongkrak mobilitas penumpang internasional hingga puncak acara pada November 2022.

Sebagai hasilnya industri penerbangan udara mulai bangkit dan memimpin pertumbuhan PDB di sektor transportasi. Tercatat sektor ini mengalami pertumbuhan sebesar 53,2 persen secara tahunan pada kuartal I/2022. Ini mengindikasikan mulai adanya pemulihan dari tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik ataupun BPS juga telah mencatat penumpang angkutan udara domestik pada kuartal I/2022 mencapai 10,7 juta penumpang atau naik 55,5 persen secara tahunan.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara internasional pada periode yang sama tercatat tumbuh hingga 200 persen lebih.

Meski demikian, peningkatan jumlah perubahan yang sudah tercatat pada kuartal I/2022 masih jauh dari pemulihan sebelumnya untuk kembali ke level prapandemi.

“Untuk menjaga performa industri penerbangan serta memulihkan kapasitasnya seperti sebelum pandemi, Kadin melihat perlu adanya recovery plan industri penerbangan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan lintas sektor,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airasia Covid-19 industri penerbangan Vaksin Booster
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top