Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Beda Jababeka Silicon Valley dengan BSD City

Perbedaan Jababeka Silicon Valley dengan kawasan BSD City terlihat dari posisi strategis, program yang ditawarkan, dan perusahaan yang akan menempatinya.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 22 Juli 2022  |  03:00 WIB
Ini Beda Jababeka Silicon Valley dengan BSD City
BSD City. - Laman Perusahaan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Jababeka Infrastruktur menerangkan perbedaan kawasan baru Silicon Valley Indonesia yang akan dirilis pada 29 Juli 2022 dengan kawasan perkantoran yang ada di BSD City atau kawasan tech-based lainnya.

Direktur Utama Jababeka Infrastruktur Tjahjadi Rahardja mengatakan salah satu pembeda yaitu kawasan perkantoran yang dikembangkan Jababeka nantinya tak hanya akan ditempat oleh Startup namun juga oleh perusahaan high-tech lainnya.

"Jababeka Silicon Valley ini bukan hanya untuk startup tapi juga perusahaan-perusahaan yang memakai teknologi untuk produksi, control, dan lainnya," ujar Tjahjadi dalam konferensi pers Road to Jababeka Silicon Valley di Menara Batavia, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2022).

Untuk diketahui, kawasan tersebut menyediakan lahan seluas 60 hektar dan diklaim sebagai kawasan kantor perusahaan teknologi terbesar di Indonesia.

Adapun pabrik-pabrik yang saat ini sudah menempati area yang berlokasi di Cikarang tersebut yaitu PT Samsung Electronics Indonesia, PT Unilever Indonesia, PT KAO Indonesia, dan perusahaan data center Indonesia Infrastructure Finance.

Menurut Tjahjadi, perbedaan yang menonjol dari kedua kawasan tersebut yaitu BSD City merupakan kawasan yang masih dikelilingi dengan perumahan, sementara yang ditawarkan Jababeka sendiri yaitu akses mudah ke kawasan industri.

Untuk mewujudkan proyek pembangunan tersebut, Jababeka menggandeng lembaga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Bisa Artifisial Indonesia (BISA.AI), dan Indogen Capital.

Sebagai informasi, Direktur Utama PT Bisa Artifisial Indonesia M. Octaviano Pratama menyatakan kesiapannya untuk membantu terjalinnya hubungan antara Startup dengan korporasi-korporasi di Indonesia.

Maka, Jababeka akan mengadakan program Hackaton di tahun 2022. Program tersebut diselenggarakan untuk sejumlah Startup yang akan dilakukan mentoring, kompetisi, demo day, hingga program inkubasi.

Lebih lanjut, BISA.AI akan merangkul 100 Startup dalam program Hackaton tersebut untuk menghasilkan inovasi yang potensial dan paling solutif untuk permasalah industri dan menghasilkan traction juga revenue di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jababeka Silicon Valley bsd city
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top