Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Netflix Ungkap Sejumlah Faktor Perlambatan Jumlah Pelanggan

Di balik perlambatan pertumbuhan jumlah pelanggan Netflix, terdapat sejumlah faktor pendorong. Bos Netflix mengatakan salah satunya adalah dampak inflasi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 Juli 2022  |  23:46 WIB
Bos Netflix Ungkap Sejumlah Faktor Perlambatan Jumlah Pelanggan
Logo Netflix Inc. pada smartphone yang dipotret di Seattle, Washington, Amerika Serikat, Sabtu, (23/1/2021). Bloomberg - Chona Kasinger.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Co-chief executive officer Netflix Inc. mengungkap sejumlah faktor yang menjadi pendorong perlambatan pada layanan streaming itu, salah satunya dampak inflasi terhadap anggaran rumah tangga.

Hal lainnya yakni penurunan penjualan smart TV karena kendala rantai pasokan, dan hengkangnya Netflix dari Rusia.

"Setiap pelanggan mempertanyakan tentang nilai berlangganan sehubungan dengan biayanya," kata Ted Sarandos dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis Le JDD dilansir Bloomberg, Minggu (7/10/2022).

Dia melanjutkan, meski demikian visi Netflix untuk memuaskan konsumen tetap utuh. Popularitas serial “Stranger Things” season anyar menjadi buktinya.

Netflix kehilangan 200.000 pelanggan pada kuartal pertama 2022, telah berusaha menekan pengeluaran. Sebagai bagian dari upaya itu, perusahaan telah memberhentikan ratusan karyawan, termasuk 150 orang pada Mei dan 300 lainnya pada Juni.

"Perusahaan beradaptasi dengan perlambatan pertumbuhan dan melakukannya tanpa membatasi pengeluaran untuk produksi konten, yang akan mencapai 17 miliar euro (US$17,3 miliar) pada 2022," kata Sarandos.

Netflix akan mulai memasukkan iklan yang akan membuat model bisnisnya lebih kompleks dan memungkinkan perusahaan untuk menarik lebih sedikit pelanggan yang ingin membayar.

Raksasa streaming itu kini memiliki lebih dari 10 juta pelanggan di Prancis, kata Sarandos, dibandingkan dengan 6,7 juta pada 2020.

Pada tahun ini saja, Netflix menginvestasikan 200 juta euro untuk konten di Prancis saja, termasuk 40 juta euro untuk film yang dirilis pertama kali di bioskop Prancis. Baru-baru ini, Netflix juga membeli hak untuk melakukan streaming film Johnny Depp berikutnya di Prancis.

Namun, Sarandos mengkritik pengaturan eksklusivitas dengan serikat bioskop lokal yang memungkinkan Netflix untuk menayangkan film hanya 15 bulan setelah rilis teater mereka di Prancis.

"Kerangka waktu yang tepat adalah beberapa minggu, bukan beberapa bulan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Netflix streaming videostreaming over the top
Editor : Reni Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top