Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Buah Kolaborasi dengan Swatch, Penjualan Arloji Omega Moonwatch Melesat 50 Persen

Jam tangan Omega Speedmaster Moonwatch seharga US$7.000 mencatatkan peningkatan penjualan di toko Omega lebih dari 50 persen sejak peluncuran MoonSwatch, jam hasil kolaborasi dengan Swatch seharga US$250 (Rp3,7 juta) pada bulan Maret.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 08 Juli 2022  |  19:35 WIB
Buah Kolaborasi dengan Swatch, Penjualan Arloji Omega Moonwatch Melesat 50 Persen
Chief Executive Officer Swatch Group AG Nick Hayek - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan jam tangan Omega Speedmaster Moonwatch melonjak setelah sukses berkolaborasi dengan pelopor arloji Swatch yang memperkenalkan jam tangan ikonik tersebut ke khalayak luas.

Chief Executive Officer (CEO) Swatch Group AG Nick Hayek mengatakan model Speedmaster Moonwatch mencatatkan peningkatan penjualan di toko Omega lebih dari 50 persen sejak peluncuran MoonSwatch, jam hasil kolaborasi Omega dan Swatch seharga US$250 (Rp3,7 juta) pada bulan Maret.

Diketahui, Model Speedmaster Moonwatch biasanya dijual seharga sekitar US$7000 atau Rp104 juta (dengan Kurs Rp14,991).

"Penjualan seluruh model Speedmaster melonjak dua kali lipat sejak peluncuran MoonSwatch," ungkap Hayek, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (8/7/2022).

Moonwatch awalnya adalah model jam mekanik manual yang menampilkan dial hitam dan kaca hesalite. Namun, Moonwatch juga tersedia dengan kaliber gerak otomatis dan casing keramik atau emas, ditambah balutan kaca safir yang terlihat lebih mahal.

MoonSwatch, arloji baterai dengan penggerak quartz, casing keramik dan bio-plastik komposit, meminjam elemen desain utama dari Speedmaster dan menjadi sensasi ritel global saat diluncurkan pada Maret silam.

Ribuan pelanggan antusias memadati toko dengan harapan mendapatkan model yang tersedia dalam berbagai warna berdasarkan benda langit tata surya kita. Dengan cepat, arloji tersebut terjual habis dan permintaan terus melampaui pasokan di 110 outlet Swatch.

Sayangnya, MoonSwatch tidak akan dijual secara online, tetapi model tersebut akan segera muncul di lebih banyak outlet, termasuk Eropa.

Swatch pun akan menambah daftar 25 toko tambahan yang menjual MoonSwatch pada Juli dan Agustus, termasuk lokasi baru di Swiss, Thailand, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Perusahaan juga akan meluncurkan 11 lokasi ritel fleksibel selama musim panas untuk menjual 11 model MoonSwatch yang berbeda.

“Kami akan membuka 11 toko yang nomaden, seperti planet kami, yang bergerak di sekitar Eropa. Kami akan pergi ke konsumen dan di mana mereka akan berada. Tapi tidak di rumah dan hanya untuk waktu yang singkat,” kata Hayek tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Menurut Hayek, antusiasme MoonSwatch telah menghidupkan kembali minat pada merek Swatch, terutama dengan konsumen muda yang tidak memandang merek seperti yang dilakukan generasi sebelumnya.

MoonSwatch juga membantu menarik pelanggan baru ke model jam mewah Omega, termasuk model jam tangan Seamaster dan Constellation.

“Apa yang mereka lakukan dengan versi Swatch dari Moonwatch adalah jenius. Ini tidak diragukan lagi berdampak positif pada permintaan penjualan,” kata Brian Duffy, CEO peritel Watches of Switzerland.

Swatch telah mendorong untuk meningkatkan produksi MoonSwatch di fasilitas di Swiss. Prosesnya sebagian besar otomatis dan beberapa pabrik berjalan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

Namun, Hayek tidak memberikan angka produksi spesifik untuk MoonSwatch, atau jumlah yang telah terjual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arloji omega jam tangan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top