Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Timbul Tenggelam, Perjalanan Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Kini

Setelah sempat tenggelam, pemerintah kembali membahas proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya dengan Jepang.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Juni 2022  |  15:31 WIB
Foto udara lokasi pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/11/2021). - Antara
Foto udara lokasi pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/11/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya kembali mengemuka dalam kunjungan kenegaraan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ke Jepang.

Selama dua hari kunjungan kerjanya (21-22 Juni 2022), Menhub Budi mendiskusikan percepatan proyek transportasi yang memperoleh bantuan dari Jepang.

Bahkan yang spesial dalam lawatannya kali ini, Menhub mendahului Presiden Joko Widodo yang dijadwalkan mengunjungi Negeri Sakura pada Juli 2022. Alasannya, supaya kebuntuan proyek dapat diurai lebih dulu sebelum kunjungan Presiden Jokowi.

Dari sejumlah proyek yang dibahas bersama dengan pemerintah Negeri Matahari Terbit tersebut, ada satu proyek yang mencolok perhatian, yakni proyek kereta semi cepat Jakarta – Surabaya. Bagaimana tidak? Pembahasan proyek ini tenggelam dan tergantikan oleh Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) besutan China.

Proyek kereta semi cepat ini muncul bebarengan dengan proyek kereta cepat Jakarta – Bandung. Kereta semi-cepat Jakarta-Surabaya masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diatur dalam Perpres 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No.58/2018.

Presiden Jokowi juga telah mendorong percepatannya kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kala itu masih dijabat oleh sosok Rini Soemarno. Tetapi saat itu, ternyata Rini Soemarno lebih memilih untuk menggarap proyek KCJB.

Rini menegaskan konsorsium BUMN masih fokus pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang tak menggunakan APBN. Meskipun, Presiden Jokowi mendorong persiapan kereta cepat Jakarta-Surabaya, ia menegaskan keberadaan kereta cepat Jakarta-Bandung juga diperlukan.

Presiden Jokowi pun akhirnya menyerahkan proyek KCJB kepada BUMN. Dia bahkan secara spesifik meminta waktu untuk memulai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terlebih dahulu.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sendiri berharap pemerintah Jepang bersedia membangun proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Luhut bahkan menegaskan sudah menyampaikan surat resmi dan secara pribadi meyakini bahwa teknologi Jepang tepat untuk proyek ini.

Pada akhir September 2019, proyek ini dikerjakan bersama Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan penandatangan MoU. Dalam kesepakatan tersebut, beberapa hal teknis dirumuskan mencakup lebar jalur, jenis konstruksi, sistem persinyalan, desain kecepatan dan jenis sarana perkeretaapian (rollingstock) dan tahapan konstruksi mencakup salah satunya skema pembiayaan proyek melalui Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Kereta Cepat proyek kereta cepat jakarta surabaya
Editor : Amanda Kusumawardhani

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top