Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat Minta Pemerintah Jangan Anggap Enteng Anjloknya Harga TBS Petani

Pengamat ekonomi pertanian Tungkot Sipayung berharap pemerintah tidak menyepelekan masalah harga tandan buah segar (TBS) sawit yang kini makin anjlok.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 25 Juni 2022  |  19:29 WIB
Pengamat Minta Pemerintah Jangan Anggap Enteng Anjloknya Harga TBS Petani
Pekerja memanen kelapa sawit /ANTARA FOTO - Muhammad Bagus Khoirunas

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat ekonomi pertanian Tungkot Sipayung berharap pemerintah tidak menyepelekan masalah harga tandan buah segar (TBS) sawit yang kini makin anjlok. Pasalnya, hal tersebut menyangkut 10 juta anggota keluarga petani sawit di Indonesia.

“Jika TBS tak laku, mereka kehilangan pendapatan, kemiskinan naik, pengangguran naik, krisis pangan terjadi, putus sekolah, akses ke kesehatan dan pendidikan hilang, dst. ini persoalan sosial yang makin serius. Jangan anggap enteng,” ujar Tungkot saat dihubungi, Sabtu (25/6/2022).

Tungkot mengatakan, harga TBS anjlok di tengah harga minyak sawit (CPO) dunia yang masih tinggi meski mengalami penurunan yakni Rp1.400 per ton dari Rp1.500 per ton pekan sebelumnya. Bahkan, lanjut dia, saat ini petani sawit Malaysia menikmati harga TBS sawit Rp5.000 per kilogram (kg).

“Petani sawit Malaysia masih nikmati harga TBS Rp 4200-5000/kg, sementara petani kita sudah dibawah Rp1.500/kg,” ucapnya.

Menurut Tungkot harga TBS petani anjlog terus karena tanki storage CPO sudah penuh. Berdasarkan informasi yang diterimanya, stok CPO saat ini sudah mencapai kapasitas maksimal yakni 6,3 juta ton. Padahal, kondisi normal stok hanya sekitar 3-4 juta ton.

Dia menambahkan bahwa penyebab TBS anjlok karena kebijakan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO). Di samping itu adanya kebijakan flush out (FO) dengan tarif bea keluar yang besar.

“Ekspor dibuka tapi terlalu kecil dan prosesnya lambat. Ini sudah kondisi darurat. Tanki timbun tak mampu lagi menampung tambahan produksi CPO. sehingga PKS mengurangi produksi bahkan sudah banyak yang tutup. Akibatnya TBS petani tidak tertampung lagi dan harga TBS pun anjlog. Banyak petani tak panen lagi,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menyebut harga tandan buah segar (TBS) sawit makin hari justru makin jatuh. Bahkan, di Tanjung Jabung Timur harganya Rp300/kg. Menurut Henry, tepat satu bulan pasca Presiden Joko Widodo mencabut larangan ekspor crude palm oil (CPO), sawit yang merupakan komoditas ekspor ini seperti tidak ada harganya sama sekali.

"Di Pasaman Barat, Sumatra Barat, contohnya harga TBS sudah Rp600 per kg. Ini sudah sangat luar biasa, sawit yang jadi komoditas ekspor seperti tidak ada harganya sama sekali," ujarnya dikutip Jumat (24/6/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tbs kelapa sawit
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top