Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga TBS di Bawah Rp2 Ribu, Petani Sawit Usul Ini ke Pemerintah

Apkasindo mengusulkan supaya pungutan ekspor, bea keluar, flush out ekspor minyak sawit mentah diturunkan sementara agar harga TBS terdongkrak naik
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  22:47 WIB
Harga TBS di Bawah Rp2 Ribu, Petani Sawit Usul Ini ke Pemerintah
Petani Sawit

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) mengungkapkan langkah yang harus diambil pemerintah untuk mendongkrak harga tandan buah segar (TBS) sawit.

Ketua Apkasindo Gulat Manurung mengatakan saat ini PE sebesar US$200, BK sebesar US$288, FO US$200 dan biaya pengapalan CPO US$65 sehingga totalnya menjadi US$753.

Dengan harga CPO global US$1.500 per ton (harga per 17 Juni) dan dikurangi beban ekspor US$753 tadi berarti harga CPO Indonesia sebesar US$747 (Rp11.150/kg CPO).

Menurut dia, simulasi dari BK, PE, dan flush out tersebut dirancang dengan patokan harga CPO global US$1.700 per ton.

Pemerintah sendiri menetapkan kebijakan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO). Ketentuan ini 5:1 bagi produsen jika ingin mengekspor CPO-nya.

Hal tersebut bertujuan agar minyak goreng curah bisa membanjiri pasaran dan harganya sesuai harga eceran tertinggi yakni Rp14 ribu per liter. Sudah ada 41 perusahaan yang memperoleh izin atau persetujuan ekspor dalam skema ini dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Sementara untuk program FO yang diikuti oleh perusahaan yang tidak mengikuti skema DMO dan DPO juga sudah 41 yang meperoleh izin untuk ekspor.

“Jadi dengan terkoreksinya harga CPO global menjadi US$1.500, seharusnya dengan sendirinya baik PE, BK dan flush out juga ikut turun, sehingga harga CPO ditender KPBN (PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara) akan terdongkrak,” ujar Gulat kepada Bisnis, Kamis (20/6/2022).

Berdasar catatan Apkasindo per 19 Juni, harga TBS di daerah-daerah masih rendah. Umumnya pabrik kelapa sawit (PKS) membeli di bawah harga yang ditetapkan Dinas Perkebunan Kementan.

Misalnya, di Kalimantan Barat harga yang ditetapkan Disbun sebesar Rp2.941 per kg, tapi dibeli PKS Rp1.550 atau turun 47,30 persen. Sumatera Utara harga Disbun Rp2.556 namun dibeli PKS Rp1.600 per kg. Kondisi tersebut rata di 22 provinsi sentra sawit se-Indonesia dari Kalimantan sampai Papua.

Gulat mengatakan, jika tujuan pemerintah harga TBS bisa di atas Rp3.000 per kg, maka PE seharusnya saat ini berada pada angka US$200, BK US$150 dan FO dinolkan.

Data per tanggal 16 Juni diketahui bahwa eksport baru berjalan sebesar 1.061.000 ton. Masih jauh dari stok CPO dalam negeri pada dua bulan terakhir yang diperkirakan mencapai 9,6 juta ton. Pada saat sebelum larangan ekspor, diketahui tiap bulan Indonesia mengekspor 3,5-4 juta ton per bulan.

Menurut Gulat, jika hanya 1.061.000 juta ton yang lolos diekspor akan semakin menambah stok dalam negeri karena TBS petani akan tetap dipanen dan PKS tetap menghasilkan CPO.

“Akibat dari struktur hulu yang mengecil ini mengakibatkan tangki timbun CPO semakin kritis, demikian juga dengan industry refinery,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tbs industri sawit petani sawit
Editor : Wahyu Arifin

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top