Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

The Fed Kerek Suku Bunga Acuan, Kepala SKK Migas Ungkap Dampak Pada Sektor Hulu Migas

SKK Migas berpendapat menurunnya belanja modal akibat kenaikan biaya pinjaman modal yang dipicu kenaikan suku bunga The Fed tidak bakal mengoreksi operasi di sektor hulu Migas pada tahun ini.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 16 Juni 2022  |  18:42 WIB
The Fed Kerek Suku Bunga Acuan, Kepala SKK Migas Ungkap Dampak Pada Sektor Hulu Migas
Pegawai Elnusa mengerjakan proyek migas. Istimewa - Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat bakal ikut mengoreksi kinerja investasi atau capital expenditure (Capex) pada sektor hulu Migas ke depan.

Walakin, Dwi tetap optimistis kenaikan suku bunga acuan itu tidak bakal berdampak efektif pada tahun ini. “Kenaikan suku bunga The Fed, memang secara teoritis berdampak kepada menurunnya investasi atau capital spending yang bisa saja berdampak turunnya harga energi,” kata Dwi melalui pesan singkat, Kamis (16/6/2022).

Di sisi lain, Dwi menggarisbawahi, terdapat sejumlah variabel yang mesti ditinjau terkait dengan pengaruh kebijakan suku bunga tinggi The Fed itu untuk kinerja investasi Hulu Migas di dalam negeri.

Sementara itu, menurut dia, potensi menurunnya belanja modal itu tidak bakal mengoreksi operasi di sektor hulu Migas pada tahun ini. Alasannya, aspek harga pada sektor hulu migas domestik relatif masih menarik untuk investasi.

“Untuk target kegiatan termasuk pengeboran tahun ini belum kelihatan. Dan saya rasa belum akan terpengaruh, karena aspek harga masih menarik untuk investasi,” tuturnya.

Berdasarkan catatan SKK Migas, realisasi investasi pada sektor hulu Migas mencapai US$2,1 miliar atau setara dengan Rp30,3 triliun hingga triwulan pertama tahun ini. Artinya realisasi pada sektor hulu Migas itu baru mencapai 16 persen dari target US$13,2 miliar atau setara dengan Rp190,4 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022.

Kendati demikian, setoran dari sektor hulu Migas pada kas negara relatif tinggi hingga triwulan pertama tahun ini. Berdasarkan catatan SKK Migas, realisasi setoran hulu Migas mencapai US$4,4 miliar atau setara dengan Rp63,4 triliun pada kas negara.

Seperti diberitakan sebelumnya, The Fed menyebutkan kenaikan suku bunga acuan belum akan berhenti hingga inflasi terkendali. Setelah pertemuan dua hari, 14-15 Juni 2022, dewan Gubernur The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga tertinggi sejak 1994 yakni 0,75 persen.

Rekor besaran kenaikan suku bunga ini kemungkinan besar kembali terulang dalam pertemuan dewan gubernur The Fed pada Juli mendatang. Gubernur The Fed Jerome Powell menyebutkan setelah mengerek tingkat suku bunga federal menjadi 1,5 persen hingga 1,75 persen pada pertemuan FOMC kali ini, kenaikan dalam jumlah sama atau lebih rendah setengah poin dapat terjadi pada pertemuan berikutnya.

Dengan kata lain, Powell kembali mengisyaratkan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 0,5 persen hingga 0,75 persen pada Juli 2022 mendatang dan mengerek tingkat bunga federal menjadi 2 persen hingga 2,5 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top