Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Janji Turunkan Impor Industri 35 Persen. Sanggup?

Kemenperin mencatat tahun lalu penurunan impor di sektor ILMATE mencapai Rp21,74 triliun atau sebesar 25 persen dari total impor secara sektoral.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 09 Juni 2022  |  18:14 WIB
Pemerintah Janji Turunkan Impor Industri 35 Persen. Sanggup?
Ilustrasi impor barang industri - ARFI

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan total penurunan impor di industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (ILMATE) bisa mencapai Rp34,58 triliun tahun ini.

Sekretaris Direktorat Jenderal ILMATE Kemenperin M. Arifin mengatakan kementerian menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merealisasikan target dari program substitusi impor tersebut.

"Untuk memacu program substitusi impor 35 persen hingga tahun 2022, lanjut Arifin, Kemenperin melakukan beberapa langkah strategis," kata Arifin seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (9/6/2022).

Antara lain, peningkatan investasi dan utilisasi sektor industri manufaktur, tata niaga impor produk besi dan baja sebagai respons atas membanjirnya baja impor, serta pemberlakuan ketentuan impor beberapa produk elektronika yang telah diproduksi dalam negeri.

Sebagai informasi, Kemenperin mencatat tahun lalu penurunan impor di sektor ILMATE mencapai Rp21,74 triliun atau sebesar 25 persen dari total impor secara sektoral.

Di samping itu, pada kuartal I/2022 realisasi investasi sektor ILMATE mencapai Rp50,8 triliun yang didominasi oleh investasi baru di sektor industri logam dengan total senilai Rp39,67 triliun.

Arifin menambahkan, seiring dengan berkurangnya kasus Covid-19 serta berlanjutnya upaya pemulihan ekonomi nasional, utilisasi sektor industri berhasil menembus 60 persen pada kuartal I/2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top