Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tarif Pesawat Luar Negeri Mahal, Tarif Promo Sudah Ludes?

Ludesnya ketersediaan tiket promo maskapai bersegmen low cost carrier/LCC diklaim menjadi salah satu faktor penyebab mahalnya tarif tiket rute internasional saat ini.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 07 Juni 2022  |  00:14 WIB
Tarif Pesawat Luar Negeri Mahal, Tarif Promo Sudah Ludes?
Petugas AVSEC memantau monitor yang berisi rekaman langsung segala aktivitas yang ada di Bandara Soekarno Hatta dari dalam ruang Posko Mudik Angkutan Lebaran di Terminal 1 B Bandara Soekarno, Tangerang, Banten, Minggu (24/4/2022). Posko mudik ini nantinya akan melayani segala pelayanan dan kelancaran serta keamanan para pemudik dengan menggunakan pesawat terbang. ANTARA FOTO - Muhammad Iqbal
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ludesnya ketersediaan tiket promo maskapai bersegmen low cost carrier/LCC diklaim menjadi salah satu faktor penyebab mahalnya tarif tiket rute internasional saat ini.

Chief Commercial Officer Scoot Calvin Chan menilai tingginya tarif tiket pesawat saat ini bersifat dinamis dan didasarkan kepada sejumlah faktor. Dia mencontohkan termasuk perubahan dalam hal jumlah ketersediaan dan permintaan pasar.

“Saat ini harga tiket yang lebih rendah dapat cepat habis terjual terutama pada saat ketersediaan kursi sangat sedikit,” ujarnya, Senin (6/6/2022).

Anak usaha Singapore Airlines di segmen LCC tersebut meyakini pada waktu yang sesuai, pihaknya baru akan menghadirkan kembali promo dan tiket dengan harga terjangkau ke berbagai rute destinasi.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga menjelaskan bahwa kebijakan fuel surcharge atau biaya tambahan tarif tiket pesawat hanya berlaku untuk rute domestik dan tidak berlaku untuk rute internasional.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati memberi tanggapan terkait mahalnya tarif pesawat yang terjadi tak hanya di rute domestik tetapi juga untuk rute internasional. Tarif tiket rute internasional, tegas Adita, diserahkan sesuai dengan mekanisme kompetisi yang ada. Oleh karenanya, Kemenhub tidak berwenang mengatur TBA dan TBB di rute internasional.

“Yang diatur oleh TBA dan TBB rute domestik kelas ekonomi berjadwal. Untuk internasional tidak diatur. Selain itu fuel surcharge hanya untuk rute domestik,” katanya, Senin (6/6/2022).

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno, tarif tiket penerbangan ke luar negeri yang mahal tidak hanya terjadi untuk rute ke Singapura. Dia menyebut tarif tiket penerbangan ke Jepang dan Korea Selatan juga mahal.

"Tiket [penerbangan] ke Jepang dan Korea juga mahal," katanya.

Menurut dia, seiring dengan mobilitas yang membaik, maka masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bepergian. Namun, dengan tarif tiket yang tengah melonjak, maka masyarakat menyiasati dengan memesan tiket sejak jauh hari, memanfaatkan pesawat low cost carrier (LCC), atau mengganti destinasi.

"Misalnya bujet ke Singapura tinggi, ganti ke Malaysia atau Thailand yang cost-nya relatif lebih rendah. Atau bujet ke Jepang dan Korea Rp15 juta akhirnya ganti ke Turki Rp14 juta," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub tiket pesawat maskapai lcc
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top