Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kazakhstan Potensial Jadi Hub Perdagangan Indonesia di Eurasian Economic Union

Sektor industri Kazakhstan yang dinilai menarik bagi Indonesia di antaranya adalah minyak dan gas serta pertambangan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 07 Juni 2022  |  19:24 WIB
Kazakhstan Potensial Jadi Hub Perdagangan Indonesia di Eurasian Economic Union
Kazaskhstan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kazakhstan mengundang pelaku bisnis Indonesia untuk berkontribusi terhadap investasi di negaranya. Ekonomi terbesar di Asia Tengah ini juga siap menjadi hub perdagangan bagi kedua negara.

Hal itu diungkapkan dalam kunjungan Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Daniyar Sarekenov ke kantor Bisnis Indonesia pada Selasa (7/6/2022).

Menurutnya, Pemerintah Indonesia tidak hanya ingin bergantung pada pasar tradisional semata, seperti China dan Amerika Serikat.

"Kazakhstan sebagai ekonomi terdepan di Asia Tengah bisa menjadi jantung ekonomi bagi Indonesia," katanya di Jakarta.

Indonesia telah menjadi hubungan ekonomi dan politik yang erat selama 29 tahun dengan negara dengan populasi 19 juta jiwa ini. Namun, masih banyak potensi kerja sama ekonomi dengan Indonesia yang masih belum banyak dieksplorasi.

Beberapa sektor industri Kazakhstan yang dinilai menarik bagi Indonesia di antaranya adalah minyak dan gas serta pertambangan.

Di samping investasi, pengembangan kerja sama ekonomi potensial juga meliputi mekanisme kelembagaan, industri manufaktur, sektor keuangan, logistik, dan perawatan kesehatan.

Saat ini, negosiasi terkait dengan perjanjian perdagangan bebas (FTA) antara Komisi Eurasia dengan Indonesia sudah dimulai pada beberapa pekan lalu. Apalagi, FTA yang dimiliki Kazakhstan masih terbatas dengan Vietnam dan Singapura.

"Ini adalah kesempatan besar bagi Indonesia untuk mengakses pasar baru bagi Indonesia," lanjutnya.

Volume perdagangan kedua negara tumbuh mencapai US$174,2 juta pada tahun lalu dengan pertumbuhan lebih dari 100 persen.

Tahun ini pertumbuhan diperkirakan akan jauh lebih baik mengingat volume pada Januari - Maret 2022 perdagangan bilateral meningkat 210 persen menjadi US$118 juta.

Adapun untuk industri manufaktur, salah satu bidang kerja sama yang saling menguntungkan di antaranya adalah produksi bahan bangunan, pertanian, dan industri ringan, ekstraksi logam tanah jarang dan langka, dan produksi produk minyak bumi, termasuk LPG.

Selain itu, dia juga berharap ada peningkatan turis Indonesia ke Kazakhstan.

"Kesempatan bagus bagi pasar besar kedua negara, meskipun ada jarak yang sangat jauh, kami percaya ada kesempatan yang besar."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan bilateral kazakhstan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top