Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Otoritas Bursa AS Minta Bank Investasi Selidiki 'Pesan Rahasia' di Ponsel Karyawannya

Otoritas bursa AS (SEC) telah mengirimkan daftar posisi kunci kepada perusahaan - dalam beberapa kasus yang merujuk ke sekitar 30 orang termasuk kepala tim perbankan investasi, termasuk trader dan bankirnya.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 26 Mei 2022  |  17:01 WIB
Otoritas Bursa AS Minta Bank Investasi Selidiki 'Pesan Rahasia' di Ponsel Karyawannya
Pelaku pasar sedang memantau perdagangan di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, Senin (20/9/2021). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas bursa Amerika Serikat (AS) memaksa bank-bank investasi di Wall Street untuk memeriksa lebih dari 100 ponsel pribadi yang dibawa oleh para karyawan termasuk pedagang dan pembuat kesepakatan dalam penyelidikan terbesar yang pernah ada terhadap 'pesan rahasia' di platform seperti WhatsApp.

Dilansir oleh Bloomberg, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah mengirimkan daftar posisi kunci kepada perusahaan - dalam beberapa kasus yang merujuk ke sekitar 30 orang termasuk kepala tim perbankan investasi, termasuk trader dan bankirnya.

Hal ini dikutip dari sumber yang mengetahui langsung permintaan penyelidikan ini. Personil dalam peran tersebut diperintahkan untuk menyerahkan telepon sehingga perangkat dapat diperiksa oleh pengacara.

Tujuannya adalah untuk mengukur seberapa luas profesional Wall Street menggunakan platform perpesanan yang tidak sah untuk mengobrol satu sama lain atau klien ketika regulator memutuskan perusahaan mana yang akan dihukum, dan seberapa keras hukumannya.

Adapun, bank termasuk Goldman Sachs Group Inc., Morgan Stanley, Citigroup Inc., HSBC Holdings Plc dan Credit Suisse Group AG telah mengatakan bahwa mereka sedang mengajukan pertanyaan AS terkait dengan aplikasi perpesanan yang dapat digunakan, meskipun tidak jelas apakah semua sekarang mengakses telepon.

Permintaan untuk mengakses perangkat sangat ini sensitif dan berpotensi menguak seluruh olok-olok kantor selama bertahun-tahun hingga teks pribadi, sehingga bank mulai mengatur pengacara untuk membantu melakukan peninjauan, bertindak sebagai perantara dan menjaga beberapa kemiripan privasi.

Pengacara diminta untuk mencari pesan terkait bisnis, sementara pesan antar rekan kerja yang membicarakan tentang bos yang buruk mungkin tidak akan dianggap pesan terkait bisnis. Regulator berjanji bos tidak akan tahu. Plus, regulator umumnya tidak mencari konten pesan pada tahap ini, melainkan informasi tentang siapa yang menggunakan saluran pesan terlarang dan seberapa sering.

Namun, gagasan bahwa pemerintah dan perusahaan sekuritas mungkin memulai pandangan yang luas dan metodis pada jaringan telepon telah mengirimkan getaran ke seluruh industri sejak kabar muncul sekitar setahun yang lalu bahwa JPMorgan Chase & Co. tengah memeriksa penggunaan beberapa aplikasi eksternal oleh beberapa karyawan.

Tinjauan itu memuncak dengan pemecatan dan denda peraturan US$200 juta karena JPMorgan mengaku gagal memantau pesan terkait bisnis di saluran eksternal.

Otoritas bursa AS menyatakan frustrasi khususnya soal penggunaan aplikasi oleh pengawas yang seharusnya mencegah aktivitas tersebut, dan berjanji untuk terus menyelidiki.

“Sayangnya, di masa lalu kami telah melihat pelanggaran di pasar keuangan yang dilakukan menggunakan saluran komunikasi tidak resmi,” kata Ketua SEC Gary Gensler saat itu.

Sejak hukuman JPMorgan, bank lain telah mengungkapkan pertanyaan atau mengambil langkah untuk mengendalikan penggunaan aplikasi. Meskipun Bank of America Corp. belum menyebutkan masalah ini, langkah itu sudah termasuk dalam pemeriksaan regulasi industri.

Awal tahun ini, Deutsche Bank AG memperingatkan staf untuk tidak menghapus komunikasi di WhatsApp. Perusahaan yang berbasis di Frankfurt belum mengungkapkan penyelidikan AS, tetapi telah menerima permintaan informasi dari pengawas keuangan Jerman BaFin, menurut sumber Bloomberg.

Sayangnya, juru bicara bank dan SEC menolak berkomentar.

Penyelesaian antara JPMorgan dengan SEC pada bulan Desember tidak menyatakan bahwa ada sesuatu kecurangan atau hal tidak diinginkan yang ditemukan dalam teks yang dipulihkan setelah penyelidikan selesai.

Tetapi JPMorgan mengakui, antara lain, bahwa satu manajer mengirim SMS ke lebih dari 100 kolega dan lusinan orang luar termasuk kliennya. Hal ini ditemukan setelah mengumpulkan lebih dari 2.400 pesan selama setahun dari manajer tersebut.

Selain itu, penyelidikan JPMorgan menemukan bahwa karyawan tersebut mengatur obrolan grup WhatsApp dan mengundang 19 anggota untuk bergabung, di mana mereka membahas isu terkait dengan pasar, bisnis, dan pertemuan klien.

Pendekatan SEC terhadap penyelidikan pengiriman pesan antara karyawan bank investasi di AS menghemat sumber daya. Pasalnya, SEC mengandalkan bank untuk melakukan banyak pekerjaan dalam penyelidikan ini.

SEC pada dasarnya meminta bank untuk mengumpulkan dan meringkas sampel yang mewakili pesan singkat dari para karyawannya. Dari situ, otoritas bursa AS dapat menyimpulkan seberapa parah penyimpangan di perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as whatsapp jpmorgan

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top