Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Kucurkan Rp452 Miliar Perkuat Pasokan Listrik Kawasan Industri Karawang

PT PLN (Persero) mengucurkan investasi Rp452 miliar untuk memperkuat pasokan listrik di kawasan industri Karawang.
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  16:47 WIB
PLN Kucurkan Rp452 Miliar Perkuat Pasokan Listrik Kawasan Industri Karawang
Listrik Kawasan Industri Karawang - PLN

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) memperkuat pasokan listrik kawasan industri di sisi utara Karawang, dengan membangun dua infrastruktur ketenagalistrikan.

Kedua infrastruktur kelistrikan tersebut adalah Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kiloVolt (kV) Sukatani dan Gas Insulated Switchgear Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kV Sukatani.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) Djarot Hutabri EBS mengatakan, pasokan listrik yang andal akan menjadi salah satu kunci dalam membuka peluang investasi.

“Seperti yang diketahui secara umum bahwa Karawang adalah salah satu daerah industri terbesar di Indonesia. Listrik memegang peranan penting dalam peningkatan iklim investasi. Oleh karena itu, pasokan listrik harus benar-benar dijaga keandalannya,” kata Djarot dalam keterangannya, Senin (23/5/2022).

Menurutnya, semakin kuatnya pasokan listrik ke kawasan industri Karawang dapat menjadi daya tarik investor baru.

Menurut Djarot, untuk membangun dua infrastruktur kelistrikan tersebut PLN menginvestasikan Rp452 miliar, kedua Proyek Strategis Nasional (PSN) ini ditargetkan rampung pada November 2022. Adapun, progres pembangunan hingga saat ini telah mencapai 77 persen.

GISTET 500 kV Sukatani akan memiliki kapasitas sebesar 1.000 Mega Volt Ampere (MVA) dengan 2 tower incomer 500 kV sepanjang 3,5 kilometer sirkit (kms). Sementara itu, untuk GIS 150 kV akan memiliki kapasitas sebesar 120 MVA dengan tower incomer 50 kV sepanjang 3,44 kms.

Djarot menambahkan, kedua gardu induk ini menggunakan teknologi isolasi gas sulphurhexaflouride (SF6) di mana lahan yang digunakan lebih efisien dibandingkan Gardu Induk Konvensional.

Melalui teknologi ini, pembangunan gardu induk tidak lagi membutuhkan luasan lahan yang besar sehingga efektif untuk diterapkan di kota/daerah padat penduduk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN listrik kawasan industri karawang pasokan listrik
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top