Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Bahan Bangunan Naik, Ciputra Bakal Naikkan Harga Rumah?

Direktur PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) Harun Hajadi menyatakan kenaikan harga bahan bangunan mengakibatkan biaya pembangunan properti, termasuk rumah komersial naik.
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 17 Mei 2022  |  15:21 WIB
Direktur Utama PT CIputra Development Tbk. (CTRA) Candra Ciputra (kanan), memberikan paparan didampingi Direktur Harun Hajadi, di sela-sela paparan publik di Jakarta, Kamis (15/6). - JIBI/Dwi Prasetya
Direktur Utama PT CIputra Development Tbk. (CTRA) Candra Ciputra (kanan), memberikan paparan didampingi Direktur Harun Hajadi, di sela-sela paparan publik di Jakarta, Kamis (15/6). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Ciputra masih akan menahan harga rumah hingga pertengahan 2022 meski harga bahan bangunan di pasar global melonjak akibat konflik Ukraina dan Rusia.

Direktur PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) Harun Hajadi menyatakan kenaikan harga bahan bangunan di pasar global yang terjadi sejak tahun lalu mengakibatkan naiknya biaya pembangunan properti, termasuk rumah komersial.

"Jika melihat tren kenaikan harga bahan bangunan sekarang, diperkirakan biaya pembangunan properti komersial naik 8 sampai 10 persen," kata Harun kepada Bisnis, Selasa (17/5/2022).

Meskipun demikian, menurut Harun, Ciputra akan berusaha menekan harga jual rumah komersial untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Tetapi kita masih usahakan menekan harganya di tengah pandemi ini agar banyak orang membeli rumah produk Ciputra tanpa harus terkena kenaikan," ujarnya.

Harun menyebutkan, pihaknya akan mempertimbangkan penyesuaian harga setelah pertengahan tahun 2022.

"Memang akan ada penyesuaian, tetapi kemungkinan penyesuaiannya setelah pertengahan tahun karena menahan harga sangat sulit dilakukan," tuturnya.

Dengan adanya rencana penyesuaian harga tersebut, menurutnya masih sulit untuk menimbang proyeksi revenue (pendapatan) sejauh ini. Harun mengatakan, informasi mengenai proyeksi revenue CTRA rencananya akan disampaikan pada pertengahan tahun.

“Setelah pertengahan tahun baru nanti akan disampaikan proyeksi revenue. Kadang-kadang yang dibukukan bisa banyak di kuartal tertentu tergantung dari syarat pembukuan yang ada di perusahaan yaitu sudah dibayar konsumen lunas dan bangunan sudah terdeliver ke konsumen,” jelasnya.

Berdasarkan laporan keuangan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip Bisnis Selasa (17/05/2022), Ciputra membukukan kinerja keuangan yang positif selama kuartal I 2022. Pendapatan dan laba bersih CTRA di tiga bulan pertama tahun ini naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan Ciputra hingga kuartal pertama tahun ini sebesar Rp2,23 triliun atau naik 20,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yaitu Rp1,85 triliun.

Pendapatan tersebut didorong oleh penjualan kavling, rumah hunian dan ruko senilai Rp1,504 triliun, naik 63,3 persen dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp921,62 miliar.

Ciputra juga berhasil mencatatkan laba bersih Rp420,74 miliar atau naik 72,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp243,37 miliar.

Sebelumnya, pengembang mengeluhkan kenaikan harga material bangunan seperti semen, besi, baja, alumunium dan tembaga di pasar global akibat perang Rusia dan Ukraina.

Hal itu disampaikan, Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida. Dia mengatakan kenaikan harga material bangunan tidak hanya akan berdampak pada kenaikan rumah subsidi, tetapi juga segmen non-subsidi.

“Rumah non-subsidi juga akan naik, tapi besarannya tergantung pasarnya seperti apa nanti,” ujar Totok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra ctra harga rumah bahan bangunan
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top